RAPID KL, Totalitas transportasi umum di Kuala Lumpur

Teks & Foto oleh Sarah Muksin @sarahokeh

Setelah tahun lalu gagal berangkat, akhirnya pada tahun ini saya menjelajah negara tetangga yang masih serumpun dengan Indonesia. Inilah Kuala Lumpur. Kota yang hampir tidak pernah tidur, kota yang sibuk, kota dimana segala ekspatriat dari seluruh penjuru dunia berkumpul.

Apa yang ada di kelapa kalian ketika saya mengucapkan kata Kuala Lumpur? Dari beberapa blog dan tulisan menyatakan bahwa Kuala Lumpur adalah kota yang ramai, surga belanja tidak hanya bagi kaum hawa, tempat dimana semua barang-barang branded dari perancang kenamaan dunia hampir semua ada disini. Tapi, bukan itu yang menarik perhatian saya. Melainkan sistem transportasinya yang diam-diam membuat saya berdecak kagum.

Selama kurang lebih empat hari menjelajah, saya hampir tidak menggunakan taksi. Hanya sekali saja. Itupun dalam keadaan kepepet dimana saat itu hujan dan saya memang harus kembali ke hostel untuk suatu keperluan. Mulai dari ketibaan sampai kepulangan, transportasi umumnyalah yang saya gunakan untuk berkeliling kota ini.

Monorail MyRapid

Saya harus memuji Malaysia untuk transportasi umum yang satu ini. Selain bersih dan terawat, harganya juga cukup terjangkau disesuaikan dengan berapa jauh jarak dan pemberhentian yang dilalui oleh kereta yang satu ini. Saya menggunakan fasilitas ini dari stasiun utama KL Sentral menuju penginapan yang terletak di dekat Berjaya Times Square, salah satu mall yang nge-hits di Kuala Lumpur. Menariknya, Monorail MyRapid melalui rute-rute wisata di Kuala Lumpur. Cara membeli tiketnya juga cukup canggih. Di setiap terminal monorail terdapat vending machine yang bisa kita gunakan untuk membeli tiket monorail yang berbentuk seperti koin dan berwarna biru. Koin ini berlaku untuk sekali perjalanan. Warga lokal biasanya menggunakan kartu yang bisa di isi ulang dan dibayar perbulan. Untuk wisatawan cukup dengan membeli koinnya saja. Selain itu, terdapat setiap petugas yang berjaga di setiap stasiun monorail. Tidak usah khawatir karena petugas ini cukup ramah dan sangat membantu. Contohnya, ketika saya ingin membeli koin dari stasiun KL Sentral menuju Stasiun Imbi. Saya memasukkan selembar uang 10 ringgit ke dalam vending machine. Ternyata, si vending machine ini tidak menerima uang dalam pecahan besar. Si petugas yang daritadi mengawasi kami langsung sigap dan mengganti uang 10 ringgit tadi menjadi pecahan 5 ringgit sebanyak 2 lembar. Kejadian ini membuat kesan negara ini bertambah baik di mata saya. Jadi, jika ingin menjelajah Kuala Lumpur, monggo silakan dicoba Monorail-nya. Untuk informasi mengenai rute yang dilalui sila berkunjung ke websitenya di http://www.myrapid.com.my/rail%3Fcode%3DMRL

Penampakan Monorail di Stasiun Maharajalela
Penampakan Monorail di Stasiun Maharajalela

Rapid GoKL

Ada monorail MyRapid, ada Rapid GoKL. Kali ini bentuknya bukan kereta, melainkan bus. Tapi yang luar biasanya, rapid GoKL ini gratis saudara-saudara. YA. GRATIS TIS TIS! Kalau dipikir-pikir hari gini mana ada yang gratis. Istilah orang-orang sekarang, buang air saja bayar. Tapi di Kuala Lumpur, transportasi yang satu ini sungguh-sungguh gratis. Melewati rute-rute emas seperti Bukit Bintang, KLCC dan Pasar Seni, bus ini menjadi primadona diantara para wisatawan dan orang lokal. Jangan salah, meskipun digratiskan, bus ini bersih dan tertib. Semua orang teratur. Meski di jam-jam padat, tidak ada yang berdesakan dan mendorong satu sama lain. Kalau kebetulan sedang main di daerah Bukit Bintang dan ingin menuju ke KLCC untuk berfoto-foto eksis di Menara Kembar Petronas, kita bisa menggunakan bus ini. Bus Rapid GoKL ini akan berhenti disetiap halte dimana terdapat tulisan GoKL. Jadi, yang terbiasa dengan β€œpinggir bang!” tidak berlaku ya jika sedang menaiki bus ini. he..he..he..

Penampakan Bus Rapid GoKL dari dalam. Bersih cyin!
Penampakan Bus Rapid GoKL dari dalam. Bersih cyin!

KTM Komuter

Hari kedua di Kuala Lumpur, saya memutuskan untuk pergi ke Batu Caves, tempat dimana terdapat arca dewa hindu murugan yang tertinggi di dunia. Tempat ini jaraknya agak jauh dari Kuala Lumpur, jika ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi mungkin akan memakan waktu kurang lebih 1 jam. Saya mencoba menumpang kendaraan umum. Kali ini saya mencoba KTM Komuter. KTM sendiri adalah singkatan dari Kereta Tanah Melayu.

Papan keterangan KTM Komuter.
Papan keterangan KTM Komuter.

Dioperasikan tahun 1995, kereta ini menjangkau rute yang sedikit terluar dari Kuala Lumpur. Yang saya salut, kereta ini sama sekali tidak mengganggu jalur lalu lintas kendaraan pribadi. Jadi, tidak akan ditemui palang pintu kereta yang turun setiap kali kereta mau lewat karena KTM Komuter melewati jalur bawah tanah. Perjalanan ke Batu Caves bisa ditempuh kurang lebih 30 menit. Dengan membayar ongkos senilai 2 ringgit saja. Yang menarik lagi dari KTM Komuter adalah disediakannya 3 gerbong khusus untuk perempuan saja. Pria dilarang duduk di dalam gerbong ini. Hmm, menarik ya? Kalau di Indonesia mungkin akan disamaratakan semua ya? :p

KTM Komuter. Kereta Tanah Melayu ~
KTM Komuter. Kereta Tanah Melayu ~

LRT (Light Rapid Transportation)

Hampir sama dengan monorail, LRT melewati jarak yang tidak begitu populer di kalangan wisatawan. Bergerak dari stasiun utama KL Sentral, tempat dimana semua kereta bertemu, kami menumpang LRT Kelana Jaya Line menuju stasiun Dang Wangi untuk kemudian menyambung kereta lagi ke stasiun Imbi, lokasi hostel berada. Sebenarnya tidak rumit untuk menumpang kereta seperti ini. Harus teliti saja dan perhatikan rute-rute yang dilalui. Ya, mungkin saja rute yang kita mau tidak dilewati oleh kereta ini. Mungkin kami tidak akan menumpangi LRT ini kalau saja tidak salah jalur. Seharusnya, saya dan teman seperjalanan saya, Tika bisa saja langsung menumpang Monorail MyRapid langsung menuju stasiun Imbi. Tapi karena masih bingung dan sedikit lupa jalur, kami membeli tiket LRT. Hikmahnya, kami jadi lebih teliti memperhatikan jalur dan rute yang dilalui LRT.

LRT & Monorail Stasiun. Canggih dan terawat. Wiuw ~
LRT & Monorail Stasiun. Canggih dan terawat. Wiuw ~

Malaysia membuat saya jatuh cinta pada transportasi umum dan kecanggihannya. Untuk masalah makanan, Indonesia masih juara. Saya jadi berpikir, seandainya prasarana transportasi umum di Indonesia dibenahi seperti negara tetangga, mungkin nggak ya terawat dan secanggih di Malaysia? Mungkin saja bisa. Melihat transportasi umum di Indonesia, saya sebenarnya miris dan agak pesimis Indonesia bisa tidak ya menyaingi negara tetangganya? Saya menaruh harapan besar pada pemerintahan Jokowi – JK. Indonesia bisa!

8 thoughts on “RAPID KL, Totalitas transportasi umum di Kuala Lumpur”

  1. sekarang negara Indonesia pun ape kurangnya,,,, tunggu berapa tahun lagi nak merasa MRT Jakarta,,, sama-sama kita memajukan negara ASEAN,,, salam dari Kuala Lumpur,,,

  2. Salam serumpun, gembira membaca tulisan anda… Terima kasih. Sebuah rview positif mengenai transportasi umum di KL Malaysia.. Masih banyak yang perlu ditambah baik untuk kemudahan rakyat. InsyaAllah menjelang 2017, KL dan Lembah Klang bakal memiliki mode transportasi massa yang baru, Klang Valley MRT. Semoga ia dapat memberi lebih banyak manfaat untuk kita, anda dijemput mencubanya nanti. Saya sudah beberapa kali ke Indonesia, saya kira tidak mustahil bagi kalian majukan transportasi di Jakarta, semoga berjaya…

    1. Terima kasih untuk informasi terbarunya. Semoga bermanfaat untuk semua pembaca. Senang sekali Anda juga melakukan perjalanan ke Indonesia. Salam serumpun. πŸ˜€

  3. wah artikelnya sangat bermanfaat. awalnya kawatir sih mau ke KL sendiri, tapi setelah membaca artikel tentang transportasi umu di KL ini yaaa saya sedikit legaan kali ya haha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *