Mabuhay Philippines (Part 3 of 4)

Teks & foto oleh Melda Zhang @Melzna | Editor Eka Dalanta @EkaDalanta

Kali ini kami berpetualang di antara gugusan formasi batu dan pulau-pulau dengan pasir yang indah. 

Saat berada di sini, sangat wajib untuk teriak WOW!
Saat berada di sini, sangat wajib untuk teriak WOW!

El Nido Bumpy Road Trip Adventure

Menuju El Nido dari Puerto Princesa kami melalui jalur darat, berangkat pukul 2 dini hari dengan perjalanan selama 6 jam dalam van yang terbanting kiri kanan atas bawah. Supir mengendarai super duper ekstrim, semua semua lubang dan batu di jalanan dihajar aja. Jangan berharap bisa tidur dalam perjalanan, yang hamil pasti keguguran, apalagi para gadis yang harus menjaga keseimbangan payudara, jangan-jangan sampai tujuan payudara udah pindah posisi ke belakang maupun ke jidat! Hiks…

Sepanjang jalan kiri kanan jalan adalah hutan rimba dan gunung, rumah penduduk hanya tampak satu dua yang berjarak jauh. Babi-babi berkeliaran melenggok dengan bokong montok. Ah… andai aku punya bokong seperti itu, tulang pantatku tidak akan menderita!

Bumpy Road, jalanan yang kami perjuangkan demi sampai tujuan
Bumpy Road, jalanan yang kami perjuangkan demi sampai tujuan

Para travelnista kehilangan keceriaan, terkutuklah jalanan rusak, terkutuklah supir gila, terkutuklah jarak! Wajah dan mood serusak jalanan ini, tidak ada warung buat istirahat, pipis juga harus cari rumah penduduk yang jaraknya jauh, rumah yang masih gubuk, lantai tanah, tempat tidur hammock dan beruntung kamar mandi masih berpintu dan ada air sedikit, tidak perlu masuk ke semak-semak buat pipis. Konstruksi jalan ini katanya akan selesai di tahun 2013. Kami belum beruntung!

El Nido, The Formations Island
El Nido, The Formations Island

El Nido – Rock Formations Island

El Nido artinya Sarang Burung. Nama ini diberikan karena ditemukan banyak sarang burung walet, yang dinamai pada masa kolonial Spanyol yang akhirnya menjadi nama pulau itu. Pulau yang masih alami dan belum banyak dijamah dan dirusak untuk kepentingan pariwisata ini adalah tempat yang wajib dikunjungi sebelum mati. Pantai-pantai pasir putih yang begitu adanya tanpa disemaki resort-resort maupun lautan manusia seperti tempat wisata yang biasa kita kenal, seru untuk dijelajahi.

Cuaca disana sangat aneh, sering hujan tiba-tiba tapi hanya 10 menit lalu berubah terik lagi, dengan kelembapan yang sangat tinggi sampai-sampai pohon bisa tumbuh di atas sepatu kita. Aduh aku lebai… he-he-he….

Tebing-tebing batu di tengah lautan yang menjulang tinggi adalah daya tarik utama El Nido, sehingga terdapat banyak pantai maupun lokasi snorkeling bagus dengan ikan yang banyak dan rakus yang makan apapun yang kita beri, daging ikan yang tidak habis kita makan juga dimakan! Serta terumbu karang yang masih hidup alami.

Fish feeding
Fish feeding

Tentu saja untuk menuju setiap titik lokasi eksotis, kita lagi-lagi harus naik boat karena meskipun berdekatan tapi lokasinya di antara lautan tidak bisa dijangkau dengan berenang bebek.

Liat air jernih begini kepingin nyebur aja jadinya
Liat air jernih begini kepingin nyebur aja jadinya

Small Lagoon – Big Lagoon

Small Lagoon dan Big Lagoon ini lah yang membuat kita sampai di El Nido, dari pencarian di Google kami sudah menetapkan hati harus sampai di sini bagaimanapun caranya, setelah underground river. Setiba di tempat ini, semua kami lupa kalau belum tidur sejak perjalanan panjang. Semua kelelahan fisik maupun kegalauan hati hilang seketika di depan air berwarna biru toska dan Lagoon yang dikelilingi tebing batu kapur, seperti berenang di kolam renang super besar tapi ada banyak ikannya, ada goanya dan hamparan alam yang super indah di sekeliling sejauh mata memandang.

Juga bisa kayaking di sini, sayangnya kami tidak punya karena kami pikir bisa menyewa setiba di sini. Ternyata kami salah, kayaking anya bisa disewa dan dibawa sebelum berangkat dari tempat awal naik boat.

Keindahan El Nido
Keindahan El Nido

Small Lagoon

Dikatakan small lagoon karena menuju ke lokasi ini kita harus berenang melalui sebuah celah dinding tebing dan barulah surga kecil menyambut kita dari balik tebing tersebut, pemandangan yang menghipnotis dari satu bilik tebing menuju bilik lainnya, hanya ada kegirangan dan kepuasan, lelah-capai? Sudah tidak teringat lagi. Berenang sana sini dikelilingi keindahan yang tak terkira.

Big Lagoon

Lautan berwarna biru toska yang dikelilingi oleh tebing batu kapur menjulang tinggi, menjadi tempat berenang paling dramatis di dunia, air laut tak berombak dan jernih dengan warna biru – hijau toska yang sangat memanjakan mata, rasanya tidak ada tempat lain yang diinginkan selain di sini. Kapal yang membawa kita menuju Big Lagoon, melewati ngarai yang diapit tebing-tebing spektakuler.

This is awesome? Indeed!
This is awesome? Indeed!

Miniloc Island – Shimizu Island – 7 Commando

Pulau Miniloc

Di sinilah dibangun sebuah resort mewah di kawasan rock formations El Nido, tentu saja saya dan teman-teman hanya melewatinya dan mengambil gambar.

Pulau Matinloc

Sementara di Pulau Matinloc ini adalah pulau tempat kami beristirahat makan siang, dengan bekal yang sudah kami bawa berupa daging dan ikan segar untuk dipanggang di sana. Beristirahat dan berfoto di pulau yang tidak ada orang, serasa pulau pribadi. Di pulau yang sepi dan berpasir putih ini juga lagi-lagi dikelilingi oleh tebing batu, jadi tempat ini terasa terisolasi, tapi sekaligus eksotik tak terkira.

Karang-karang cantik
Karang-karang cantik

Snake Island

Dijuluki sebagai Snake Island ini karena memiliki sandbar panjang yang membelah dua sisi pulau, pasir yang terbentuk panjang mirip seperti ular yang meliuk di permukaan pulau. Kita bebas berenang di sisi kanan maupun sisi kiri pulau tersebut. Dan tentu saja ini merupakan tempat yang paling seru untuk berfoto-foto.

Crowded!
Crowded!

7 Commando Island

Terakhir, 7 Commando adalah pantai tempat bersantai, berjemur dan berleha-leha. Sekaligus memenuhi hasrat terpendam jajan-janan centil, karena hanya di pulau ini kami bertemu warung. Di sini ada banyak wisatawan lainnya yang juga sedang bersantai menikmati Buko (kelapa muda), pacaran, atau main voli. Main di pantai ini menjadi akhir dari penjelajahan pulau kami di rock formations El Nido.

Matahari sudah mulai terbenam ketika kami kembali ke penginapan dengan boat selama 20 menit. Sampai bertemu lagi coral dan ikan, laut toska, tebing batu dan rumput laut, semoga kami dapat kembali lagi pada surga kecil yang mempesona.

Finding Nemo... :)
Finding Nemo… 🙂

The Hotel – The Food – The Life in El Nido

The Life in El Nido

Hotel tempat kami menginap berjarak dekat dengan pantai, hanya melewati satu lorong, meskipun tidak tepat berada depan pantai, cukup bersih dan rapi. Selesai aktivitas penjelajahan pulau-pulau, saatnya kami kepo dengan kehidupan masyarakatnya. Potret kehidupan mereka persis seperti lorong daerah kampungku, rumah-rumah berdekatan, beberapa mini market kecil, toko souvenir, restoran dan warung dengan jualan super lengkap; jual ember, panci, deterjen sampai pakaian dalam berbagai ukuran dan renda erotis yang tergantung di depan warung.

Toko di El Nido
Toko di El Nido

Walaupun di kepulauan, restoran tidak banyak menjual makanan laut seperti kepiting, ikan bakar, dan sejenisnya. Kebanyakan adalah makanan western. Lebih teruk ketika kami ingin makan mie goring, dan tau apa yang kami dapatkan? Beneran mie yang digoreng sampai kering! Hilanglah selera seketika! Oh iya mereka setiap hari mengkonsumsi Baboy (Babi), dalam paket tur kami selalu disediakan makanan babi panggang. Di jalanan juga banyak ditemukan penjaja babi panggang seekoran besar.

Pork.. pork.. pork.. dimana-mana banyak pork.
Pork.. pork.. pork.. dimana-mana banyak pork.

Masyarakat di sana juga sangat ramah terhadap para wisatawan, ada banyak senyum yang menyapa kami di setiap lorong yang kami lewati, anak-anak kecil tampak bahagia dengan sesama mereka dan pastinya berbeda dengan anak-anak yang kami temui di Intramuros Manila.

***** to be continued part 4******

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *