Lampung Barat Antara Kopi, Danau, dan Megalitik

Teks & Foto oleh D’Jenni @saragih_diana

Hati-hati ‘mabuk’ kopi di sini. 😉

biji kopi siap jual

 

Lampung Barat. Kabupaten di kaki pulau Sumatra ini bisa jadi belum begitu kesohor sebagai destinasi wisata. Tapi potensi pariwisata daerah ini cukup lengkap. Selain sebagai penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia, semua ada di sini. Mulai dari wisata alam, sejarah, budaya, maupun event tahunan yang diadakan oleh Pemkab Lampung Barat, sebagai upaya untuk menaikkan citra daerah. Dikelilingi pegunungan Bukit Barisan Selatan, Kabupaten Lampung Barat menawarkan cuaca dan udara yang sejuk. Sangat cocok jika disanding dengan secangkir kopi panas. Mau kopi luwak atau kopi organik, kita sudah tiba di sumbernya.

kopi organik biasa disanding dengan pisang sale goreng

Kekayaan ekosistem lembah dan pantai serta kehidupan kemasyarakatannya, memberi banyak pilihan pada pengunjung untuk menikmati perjalanan. Keragaman objek dan daya tarik wisata yang didominasi alam, diperkaya dengan khasanah seni budaya dan kehidupan kemasyarakatan. Ini menjanjikan beragam kombinasi paket atraksi wisata untuk dieksplorasi.

Adat budaya Lampung Barat sangatlah khas, mengingat daerah ini merupakan asal-usul Lampung atau dikenal dengan The Origin of Lampung. Masyarakat sangat menjaga adat istiadat. Di sini kita bisa melihat panorama rumah-rumah panggung besar di kanan kiri jalan menuju ibukota kabupaten, Liwa. Rumah-rumah tersebut terbuat dari kayu dan biasanya dicat berwarna alam.

rumah-rumah tradisional warga Lampung Barat

Melihat ini saja, kita sudah seperti terlempar ke suatu dekade lampau. Sangat jarang kita menemui rumah tradisional yang masih dipakai mayoritas masyarakat suatu daerah. Menurut warga setempat, rumah panggung sebagai tempat tinggal warga sengaja dibangun besar, agar mampu menampung seluruh sanak famili jika ada hajatan di rumah, seperti pesta pernikahan atau acara adat lainnya. Kehadiran kerabat dan jamuan bagi warga desa sangat penting bagi martabat warga Lampung Barat selaku tuan rumah. Sejumlah upacara adat sampai saat ini masih dilakukan oleh masyarakat Lampung Barat, di antaranya upacara pada saat Menyambut Tamu Agung (Nyambai Agung), Alam Gemisikh, Pengangkatan Raja, Pernikahan.

Nah, bagi yang suka dengan festival budaya, di Lampung Barat terdapat Pesta Sekura yang diadakan setiap hari Lebaran dan Festival Teluk Stabas yang diadakan setiap bulan Juli. Kegiatan pada Festival Teluk Stabas meliputi Arung Jeram, Jelajah Alam, Kebut Wisata Liwa, Layang-layang, Atraksi Damar, Volley Pantai, Kebut Gunung Pesagi, Pacu Kambing, Muayak, Lomba tari Kreasi, Lomba Lagu Daerah, Lomba Muli-Mekhanai. Masyarakat sangat antusias dengan acara tersebut. Sebab, minimnya tempat hiburan di daerah ini membuat acara festival semacam ini sangat ditunggu-tunggu. Pun bagi warga luar Lampung.

panorama alam Danau Ranau

Untuk wisata alam, Lampung Barat memiliki Danau Ranau, Lumbok, yang merupakan danau terbesar kedua di Sumatera setelah Danau Toba. Saat ini kawasan Danau Ranau terbagi menjadi dua bagian kepemilikan daerah yaitu Palembang dan Lampung Barat. Danau Ranau bagian Lampung Barat terletak di desa Lumbok sekitar 24 km dari Liwa, di kelilingi bukit bukit dan Gunung Seminung. Di kawasan masih minim fasilitas hotel dan tempat makan. Hanya ada satu hotel milik pemerintah daerah yang dilengkapi dengan fasilitas ruang rapat, ruang santai serta cottage – cottage yang berciri khas rumah adat yang tersebar di tepi danau.

Untuk rekreasi mengelilingi danau disediakan perahu motor dengan kapasitas lebih kurang 10 orang, dan perahu dayung (jukung) jika ingin lebih santai dan tenang, memandang gagahnya Gunung Seminung di barisan perbukitan di sekitar danau. Atau ingin menikmati gurihnya ikan air tawar khas Danau Ranau, dipanggang atau digoreng? Nikmatnya luar biasa. fresh from the lake.

mayoritas warga Lampung Barat hidup dari bertani

Pesona Danau Ranau tidak sampai di situ saja. Bagi yang ingin massage alam, kita dapat menikmati pemandian air panas alami dari mata air di kaki Gunung Seminung. Biasanya tempat ini akan ramai di akhir pekan atau hari libur. Tempatnya yang tidak begitu luas membuat pengunjung harus datang lebih awal agar kebagian lapak. Tapi jangan khawatir, wisata air tidak hanya stop di danau dan air panas. Di Lampung barat juga terdapat air terjun yang fenomenal, yakni Air Terjun Purajaya setinggi 20 meter, terletak di Desa Purajaya, sekitar 60 km dari Liwa. Ciri khas air terjun ini adalah air yang jatuh bertingkat tiga.

Panorama alam menuju lokasi sangat mempesona, dengan hamparan areal persawahan yang menghijau dengan diselingi tambak. Untuk menuju lokasi tersebut sebaiknya menggunakan sepeda motor dan super hati-hati, karena akses jalannya masih kurang baik dan membutuhkan perhatian pemerintah setempat untuk mengelolanya.

Selain itu, di Lampung Barat juga terdapat situs purbakala yakni peninggalan kuno yang terletak di Desa Purawiwitan, 60 km dari kota Liwa. Artefak berupa komplek Batu Menhir yang tersusun rapi yang diduga merupakan tempat pertemuan dan pemujaan leluhur pada zaman purbakala. Ada juga situs prasejarah Batu Brak, situs prasejarah Batu Jagur, situs Batu Temang Purajaya.

Di kabupaten ini juga terdapat sebuah makam tua yang terletak di Pugung Tampak. Dipercaya merupakan Makam Maha Patih Kerajaan Majapahit yang terkenal yaitu Patih Gajah Mada. Konon dahulu kala kapal yang ditumpangi Patih Gajah Mada tenggelam di perairan Pugung. Begitu tiba di daratan Pugung, Patih Gajah Mada jatuh sakit hingga akhirnya meninggal dan dimakamkan di desa itu. Sayangnya, kita belum bisa menemukan literature yang menguatkan legenda ini.

Biji kopi robusta siap panen
Biji kopi robusta siap panen

Tidak mudah menemukan guide untuk menjelaskan seluruh situs-situs sejarah yang begitu banyak di Lampung Barat ini. Kita harus terlebih dahulu meriset literatur sebelum berkunjung ke sini. Saya tidak tahu apakah karena situs-situs purba tersebut belum dilirik sebagai wisata sejarah yang sangat potensial sehingga pengunjungnya masih sangat jarang, atau memang masyarakat kita tidak menganggap situs sejarah itu sebagai suatu perhiasan waktu yang penuh cerita dan pesan. Semoga di tahun-tahun mendatang, situs-situs tersebut masih bisa dijumpai utuh.

Nah, silakan mencoba icip-icip wisata Lampung Barat bersama kopi panasnya ya. (*)

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *