Icip-icip Enak di Labuhan Batu

Teks & Foto oleh Eka Dalanta @ekadalanta

Ada banyak makanan enak di Labuhan Batu
Roti Bakar Akur
Roti Bakar Akur

Teman saya bilang, Labuhan Batu adalah salah satu kabupaten yang paling sejahtera di Sumatera Utara. Penghasilan masyarakatnya cukup besar apalagi dengan kekayaan perkebunan mereka. Masyarakatnya juga cukup royal belanja dan terbiasa makan malam di luar rumah. Begitu cerita beberapa teman. Alhasil, kota Rantau Parapat yang merupakan ibukota kabupatennya tidak cepat menjadi sepi di malam hari. Banyak pilihan jajanan dan aneka makanan enak di sana. Setengah meragukan, saya mengeksplorasi dan menemukan beberapa kuliner enak yang sempat saya kunjungi di beberapa hari perjalanan dinas. Dan karena sedang dalam rangka bekerja, waktu untuk mencoba kulinernya adalah menyempatkan diri saat pekerjaan sudah selesai. Kegiatan mencicip makanan enak di Rantau Parapat bermodal tanya-tanya teman yang sudah sering ke sana, tanya teman yang adalah orang lokal dan tanya teman di social media yang tinggal di Rantau Parapat atau tau tentang Rantau Parapat. Beberapa merekomendasi makanan enak seperti Roti Bakar Akur, Holat, Miesop Miekel, dan Ikan Asam Baung. Waduh buset banyak juga ternyata. Hehehe Sementara waktu saya di perjalanan kali ini sangat terbatas. Oke, sebatas bisa dicicip deh.

Makan malam pertama, teman-teman mengajak makan miesop yang katanya paling enak di Rantau Parapat versi orang lokal, artinya rekomendasinya terjamin. Mereka menyebutnya Miesop Daster, sebenarnya itu bukan nama asli warung miesopnya sih. Tapi karena kebiasaan si ibu dan seluruh pegawainya yang berjualan dengan daster jadilah orang-orang menyebutnya Miesop Daster. Ajaib memang. Saya awalnya tidak ngeh juga sampai teman-teman menceritakannya. Dan nggak tau juga itu disengaja atau nggak sebagai branding. Warung Miesop ini nama aslinya Warung Miesop Bu Ilam. Lokasinya tidak jauh dari Suzuya Plaza. Yang istimewa dari miesop ini rasa kuahnya sederhana, tidak berasa vetsin, tidak berlemak dan… segar!!! Saya suka dengan rasanya, seperti mencicip rasa miesop kampung dari masa kanak-kanak saya. Sate kerangnya juga menjadi andalan di sini. Berhubung saya tidak penggila sate kerang ya saya jadi tidak terlalu memburu. Yang paling bikin saya takjub adalah es timun serutnya. Rasanya segar dengan harga seribu rupiah. Bayangkan, seribu rupiah. Di belahan bumi mana harga minuman seribu rupiah. Saya senang sekali meneguknya. Sayangnya karena sudah malam saya tidak sempat meng-capture foto miesopnya.

Warung Miesop Mikel yang terkenal itu
Warung Miesop Mikel yang terkenal itu

Masih tentang miesop, miesop lain yang saya cicip juga adalah Miesop Mikel. Kepanjangan dari Miesop Keluarga. Lokasinya? Di Jalan K.H. Dewantara. Hahahah saya kurang hapal, saya hanya ikut saja dengan teman yang sudah sering ke sana. Miesop satu ini cukup famous, kalau tanya orang lokal pasti gampang untuk menemukannya. Miesop di tempat ini juga mantap rasanya. Segar. Mengingatkan miesop kampung dari masa kecil yang bikin kita ketagihan. Sate kerangnya juga menjadi andalan di sini. Miesop keluarga ini lebih ramai ketimbang Miesop Bu Ilam. Tempatnya juga lebih luas.

Kuah Miesop Mikel yang bening... Kayak kamuh... :P
Kuah Miesop Mikel yang bening… Kayak kamuh… 😛
Sate kerang nikmat Mikel. Enyak... enyak....
Sate kerang nikmat Mikel. Enyak… enyak….

Selanjutnya saya menikmati makan siang Ikan Asam Baung. Ikan asam baung ini agak mirip dengan ikan gabus bentuknya. Daging ikannya lembut. Dimasak dengan kuah asam membuat rasanya segar. Yang kami makan katanya salah satu yang terenak. Tidak terlalu mahal dan ramai pengunjung. Lokasinya berada di kantin kantor salah satu dinas pemerintahan di Rantau Parapat. Kami diajak makan oleh Bapak Wakil Bupati yang adalah teman baik bos saya. Menu makan siang lainnya yang mungkin harus dicoba lain kali adalah Holat. Saya tidak sempat mencoba kali ini walaupun sudah mendapat tawaran makan siang dengan holat. Holat adalah makanan khas Tapanuli Selatan yang dulu dikhususkan untuk para raja. Kamu bisa menemukan holat dengan mudah. Banyak rumah makan yang khusus menjual holat di Rantau Parapat dan selalu ramai terutama pada jam makan siang. Holat terbuat dari kayu Balakka, sejenis tanaman hutan yang dikupas kulitny lalu dicampur dengan pakat atau rotam muda serta ikan mas bakar. Tentang rasanya? Saya belum bisa cerita dong…

Ikan Asam Baung.
Ikan Asam Baung.

Dalam perjalanan pulang, kami singgah di Kedai Kopi Akur. Selain kopinya yang terkenal di Rantau Parapat, roti bakarnya juga sangat direkomendasi oleh teman-teman yang saya tanya melalui social media. Dan memang benar…. Kedai kopi Tionghoa yang sudah sangat lama ini memang menyajikan roti bakar yang endes banget. Selai serikayanya maknyus. Sepotong besar yang dibagi tiga harganya cuma Rp. 8000. Kopi susunya juga bikin mata melek dalam perjalanan pulang. Ajib deh.

Mengintip roti yang sedang dibakar.
Mengintip roti yang sedang dibakar.
Kental selai serikayanya sempurna.
Kental selai serikayanya sempurna.

Satu lagi cicipan menarik dalam perjalanan pulang. Siapa sangka di antara perkebunan karet, di teras sebuah masjid di daerah perkebunan Sei Dadap ada penjual jus pinang yang rasanya sedap sekali. Jus pinang dicampur susu yang rasanya lemak dan bikin ‘pusing’ kata bos saya. Pusing sekaligus panas yang sulit dijelaskan. Hehehe… selamat mencoba cicip-cicip enak di Rantau Parapat.

Jus pinang nikmat di antara perkebunan
Jus pinang nikmat di antara perkebunan

One thought on “Icip-icip Enak di Labuhan Batu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *