Eat, Shop, and Looking Around at Belawan

Teks oleh Eka Dalanta @ekadalanta

Foto oleh Bambang Herlambang @Shacio

*artikel ini pernah dimuat di Aplaus The Lifestyle

Ajaibnya, banyak warga Medan yang memang sengaja berbelanja di sini.

 

Menikmati laut
Menikmati laut

KOTA pelabuhan, dekat dengan laut. Jadi sebenarnya wajar sekali kalau denyut perdagangan terasa lebih kencang di kota satu ini. Kirim-mengirim barang-barang berbagai daerah tentu banyak yang melalui jalur salah satu pelabuhan terbesar di bagian barat Indonesia ini.

Sebenarnya udah sejak lama saya mendengar tentang keasyikan berbelanja dan menikmati seafood di Belawan. Tapi baru kali ini saya benar-benar membuktikan dan menikmatinya secara khusus. Tentang kulinernya, saya udah pernah. Tapi waktu itu hanya dalam rangka singgah karena lapar yang memang melanda.

Buat pencinta keramik, pasar yang berada di tengah kota Belawan ini, berada di antara Jl. Veteran dan Jl. Simalungun, pasar ini adalah surga. Surganya keramik dengan harga yang tentu sangat jauh, maksud saya lebih murah, ketimbang berbelanja di pusat perbelanjaan lainnya. Bahkan untuk sekadar melihat-lihat pun cukup menyenangkan. Seperti yang kami lakukan. Berkeliling melihat-lihat aneka bentuk keramik dengan berbagai motif yang indah. Rupa-rupa warnanya. Tentu juga dalam berbagi ukuran.

Pasar keramik, salah satu yang terkenal dari Belawan
Pasar keramik, salah satu yang terkenal dari Belawan

Sembari melihat-lihat kami bercerita dengan bapak ibu pedagang tentang keramik-keramik mereka yang sangat indah. Harganya bervariasi tergantung jenis keramik dan ukurannya. Semakin besar dan semakin rumit harganya semakin mahal. Seperti keramik besar berwarna cokelat kekuningan yang kami tanyakan, harganya berkisar 5-7 juta rupiah. Yang lebih mahal, masih ada. Ada juga kok yang harganya dimulai dari puluhan ribu rupiah.

Keramik-keramik ini adalah barang impor dari berbagai negara. Terutama dari Singapura dan China. Nah… karena Belawan adalah salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia, distribusi barang-barang ini tentu lebih cepat dan mudah. Belawan adalah pintu masuk.

Tapi masak iya cuma mau lihat-lihat keramik? Selain keramik sebagai unsur dekoratif rumah, masih ada bunga-bungaan kristal yang dijual dalam berbagai warna dan bentuk. Indah memang, tapi buat saya pribadi, bunga dari kristal terlalu rapuh. Saya takut melihatnya pecah. He-he-he…

Selain melihat-lihat aneka rupa keramik di pasar yang usianya udah lebih dari 20 tahun ini, kami (ya, saya nggak sendiri, ada satu rombongan teman-teman, sekitar 10 orang yang ikut wisata makan dan belanja waktu itu) juga sibuk melihat-lihat aneka parfum yang dipajang di etalase toko. “Kalau yang original biasanya disimpan di dalam lemari, kalau yang ka-we biasanya diletak di display-nya,” kata seorang teman yang udah mendapatkan informasi penting ini dari seorang temannya yang adalah penduduk lokal.

Penting untuk mengetahuinya kalau memang kamu benar-benar berniat belanja. “Untuk yang ka-we paling mahal harganya Rp 60 ribu. Biasanya ditawarin Rp 60 ribu tapi minta aja ke Rp 40 ribu. Harga pasarannya seperti itu,” tambahnya lagi. Oke sip, kami mendapatkan informasi penting.

Setelah mengelilingi pasar, kami paham kalau produk parfum yang original memang disimpan di dalam lemari dengan harga mulai dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan. Meskipun pada akhirnya kami juga nggak membeli parfum sama sekali. He-he-he…

Buat yang suka melihat-lihat dan berbelanja produk fashion, beberapa toko menjual aneka sepatu, aneka tas, yang untuk mengetahui keaslian produknya, kamu harus benar-benar mahir. Kalau saya sih nggak paham benar dan sepenuhnya yakin kalau sebagian besar produknya adalah produk ka-we. *senyum simpul*

Belawan Port
Belawan Port

Puas melihat-lihat keramik, kami berjalan mengitari Belawan bagian lain. Masuk ke pelabuhan dan menikmati view yang ada disana, bolehlah untuk melihat-lihat. Setelah itu kami ‘menonton’ keseharian penduduk lokal. Pusat hiburan rakyat, terutama untuk anak-anak, yang mulai menggeliat di malam hari. Aneka permainan anak-anak berjejer di sepanjang jalan, mirip dengan pasar malam, tapi khusus arena bermain anak-anak.

Flea Market di atas rel kereta api
Flea Market di atas rel kereta api

Seorang teman pernah bercerita flea market di sana, alias pasar baju bekas cukup menarik dikunjungi. Mengobati penasaran, kami juga berjalan berkeliling. Menarik memang, meskipun nggak terawat dengan baik, layaknya pasar tradisional kebanyakan. Flea market-nya ada di pinggiran rel kereta api. Itu yang membuat menarik. Walaupun jujur, barang-barang yang dijual biasa aja. Unik memang saat kereta api lewat, yang sumpahhhhhh bikin telinga mau pekak, para pedagang dengan gesit mundur ke pinggiran, menurunkan tenda dan kayu-kayu penyangganya, meninggalkan barang dagangan di antara dua rel kereta api barang yang masih aktif. Mengamati keseharian seperti ini membuat kita melihat, belajar banyak, dan kaya di dalam hati.

Restoran Marina, salah satu resto untuk menikmati seafood sambil melihat pemandangan laut
Restoran Marina, salah satu resto untuk menikmati seafood sambil melihat pemandangan laut

Sore udah turun, waktunya menikmati wisata kuliner. Ikan-ikan laut dan aneka penganan kelautan lainnya harus dijajal. Kalau mau makan seafood enak, Belawan adalah salah satu tujuan yang nggak boleh kamu lewatkan. “Ada tuh di dekat Lantamal, Marina Restoran. Tempat makan seafood paling yahud di Belawan.” Beberapa teman udah kasih wanti-wanti ke saya. Dan… jadilah kami ke sana setelah pencarian yang cukup panjang, mutar-mutar karena kami belum familiar dengan tempatnya, penyampaian informasi dari orang-orang sekitar yang kurang jelas, ditambah lokasi restorannya sendiri yang nggak mencolok. Apalagi papan petunjuk namanya sangat kecil, nyempil kayak upil. Hi-hi-hi… Beda banget sama tempatnya yang luas. Luas secara tempat dan luas untuk mata memandang.

Silahkan memilih jenis menu yang akan Anda santap
Silahkan memilih jenis menu yang akan Anda santap

Berada di pinggiran laut dengan pemandangan langsung menuju laut, asyik menyegarkan mata ditiup-tiup asin udara laut yang lengket ke kulit. Di tempat ini kamu bisa memilih sendiri ikan yang kamu mau makan dari dalam bak dan akuarium display ikan.

Kami memilih ikan kerapu steam sebagai makanan terenak kami malam itu. Ditemani aneka ikan, udang-udangan, dan… minuman segar pelepas gerahnya Belawan.

Masih banyak bangunan tua nan cantik di Belawan
Masih banyak bangunan tua nan cantik di Belawan

Puas berkeliling, melihat-lihat di pasar, dan mengamankan perut dengan nikmatnya seafood, saya pulang dengan puas sekaligus bahagia. Saya bukan anak Medan yang nggak kemana-mana, bahkan melirik ‘halaman sebelah’ aja nggak pernah. Kan agak malu juga anak Medan tapi nggak tau kota-kota lainnya di seputaran Medan?

Di dalam pelabuhan
Di dalam pelabuhan

Bisa kok meligst-lihat aktivitas di Pelabuhan
Bisa kok melihat-lihat aktivitas di Pelabuhan

How to get there:

Untuk mencapainya tentu nggak susah karena dekat dengan kota Medan. Butuh perjalanan sekitar 45 menit. Perjalanan akan lebih lancar melalui jalan tol.

What to do:

Shopping, eating, dan sekadar melihat-lihat. Ada banyak pilihan keramik, parfum original dan KW serta aneka produk fashion yang dijual di Belawan.

Best Time to Go:

Sediakan waktu yang cukup untuk bisa menikmati memilih. Pasar Belawan biasa ramai di hari Sabtu dan Minggu.

2 thoughts on “Eat, Shop, and Looking Around at Belawan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *