DON’T BE AFRAID TO TRAVEL ALONE

“Perjalanan adalah tentang menemukan diri sendiri. Jadi sejauh apapun kakimu melangkah, kau takkan pernah kesulitan menemukan jalan pulang.”

Teks oleh Mustika T. Yuliandri @PerempuanThicka | Foto oleh Sarah Muksin @sarahokeh

“Takut sendirian” adalah satu dari seribu alasan yang menghalangi banyak orang untuk melakukan perjalanan. Padahal, saat melakukan perjalanan, tak ada seorang pun yang benar-benar sendiri. Setiap pejalan adalah teman untuk pejalan yang lainnya. Kesulitan mendadak jadi sahabat, tersesat menjadi teman baik dan kejutan-kejutan menjelma teman main yang tak kalah asik. Beberapa orang memang tak nyaman melakukan traveling sendirian, padahal traveling sendirian itu menjadi salah satu hal yang harus dicoba at least sekali seumur hidup. Saat sendirian di sebuah tempat asing dirimu akan diuji. Diuji untuk lebih percaya kepada diri sendiri, diuji lebih peka terhadap insting, diuji menyingkirkan segudang rasa malu dan diuji untuk mau melakukan apa saja demi bertahan. Kawan, pergilah ke tempat jauh sendirian, niscaya kau akan mencintai dirimu lebih dalam saat kelak kau pulang.

_MG_3616 2

Why do you need to travel alone?

1. Because you belong everywhere. Belahan dunia manapun adalah milikmu. Tak ada tempat yang benar-benar asing saat kau melakukan perjalanan. Rasa takut yang membuat segalanya tampak seram. Namun setelah kaujelajahi dan eksplorasi kau akan menjadikan semua destinasi rumah yang menebar nyaman.

2. To make friend with anybody. Saat melakukan perjalanan sendirian kesempatan bertemu dan berteman dengan orang lain terbuka lebar. Apalagi kau memilih penginapan dormitory yang sudah jelas membuka kesempatan interaksi yang luas. Pasang senyum semanis mungkin dan berkenalan dengan para pejalan dari belahan dunia lain. Bagi pengalaman dan jalin pertemanan dengan siapa saja. Saat perjalananmu usai tak hanya tempat-tempat indah yang membuatmu tersenyum, kelak orang-orang yang kautemui juga akan menjadi kenangan yang tak kalah manis.

3. To be thankful. Saat sendirian akan banyak waktu yang kaupakai untuk merenung. Akan banyak kepingan-kepingan pemikiran yang akan ‘mengganggumu’ saat kau sendirian dan mungkin akan menjadikanmu orang yang lebih bersyukur. Terkadang, seseorang harus benar-benar sendiri untuk menyadari betapa indahnya kebersamaan. Perjalanan yang kaulakukan sendirian akan membawamu ke dalam perenungan. Indahnya pemandangan, tulusnya senyum dari mereka yang asing, makanan-makanan enak pemuas lapar, musik meriah, pasar yang riuh serta apa saja yang kaunikmati akan memberimu satu kesimpulan bahwa perjalanan memang tentang bersyukur.

How to survive?

1. Jangan takut. Jangan pikirkan hal-hal seram yang akan kauhadapi. Waspada boleh, tapi jangan parno. Percayalah akan ada orang baik dimanapun kau berada. Meskipun orang jahat tak kalah sedikit jumlahnya. Singkirkan rasa takut dan percaya bahwa kau mampu berteman dengan semesta.

2. Bawalah barang-barang kesukaanmu. Buku favorit atau benda-benda yang selalu membuatmu nyaman. Buku adalah teman paling baik di saat menunggu. Dalam perjalanan kamu akan mengalami saat-saat menunggu yang banyak dan tentunya tak terduga. Seperti pesawat yang delay, bus yang mungkin mogok atau berbagai hal menyebalkan lainnya. So, bring your favorite one with you.

3. Music. Isi iPod dengan lagu-lagu favorit pengusir jemu. Saat sekitar mulai membosankan isi duniamu sendiri dengan nada-nada pilihan. Tapi ingat, sesekali bolehlah tidak mendengarkan lagu kesukaan dan coba untuk lebih mendengar ‘nyanyian semesta’ yang mungkin hanya sekali kau nikmati seumur hidup. Suara riuh pasar malam, suara kendaraan yang lalu-lalang, suara burung-burung di pagi hari atau suara apa saja yang kebetulan mampir di sekitar.

4. Smile. Tersenyumlah, maka segala masalah akan menjelma lebih mudah. Semua manusia mengerti arti sebuah senyuman meski bahasa mereka berbeda. Jadi jangan lupa tersenyum, terutama di kantor imigrasi. You know what I mean.

5. Write down everything. Tulis apa saja yang menurutmu menarik. Jangan malas, karena dengan hanya mengingat di kepala segala detail perjalanan kemungkinan besar akan terlupa. Siapkan buku catatan dan mulailah mengumpulkan pengalaman dalam ‘kotak ajaib’ bernama kata-kata.

6.  Percayalah pada dirimu 100%. Tak ada yang bisa kaupercaya 100% di dunia ini selain Tuhan dan dirimu sendiri. Jangan percaya segala kebaikan yang bisa saja semu di perjalanan. Ada banyak kejahatan yang mengintai para turis, khususnya mereka yang traveling sendirian. So, trust yourself only!

NOTE: Yang sendirian itu dirimu, bukan perjalanan. Ada semesta dan kebaikan yang selalu mengiringi langkahmu yang berani. So, don’t be afraid to travel alone.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *