Experience Mikie Holiday, Tak Sekedar Berakhir Pekan

Teks oleh Sarah Muksin @sarahokeh / Photo by : Eka Dalanta @ekarehulin

Yang hijau-hijau dan udara sejuk sudah sangat sulit kita dapatkan di perkotaan. Tapi, untuk mendapatkan hal seperti itu tidaklah sulit. Berjarak 60 Km dari kota Medan dan ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam, kita bisa menemukan pepohonan hijau, merasakan udara yang sejuk dan bersih, serta wahana bermain yang seru.

Bagi sebagian warga kota kekinian seperti saya ini (ehem) mencari tempat bermain di akhir pekan rasanya menjadi kegiatan paling menyenangkan. Iya menyenangkan karena akhir pekan adalah saat dimana kita keluar dari rutinitas yang begitu penat. Sekalipun kita mencintai pekerjaan, tetap saja yang namanya bekerja dan melakukan hal yang sama setiap harinya akan menimbulkan sedikit kebosanan. Solusinya adalah jalan-jalan. Jalan-jalan kemana? Kan di kota yang ada mall lagi mall lagi. Mau cari yang hijau-hijau aja sulit. Semua udah disulap gedung-gedung tinggi berudara dingin buatan.

Pemandangan dari puncak Mikie Funland.
Pemandangan dari puncak Mikie Funland.

Berlokasi di dataran tinggi tanah Karo, Mikie Holiday bukan sekedar resort. Lebih dari sekedar itu, tempat ini menawarkan keramaian juga ketenangan dalam suatu waktu. Saya dan teman-teman senang bisa diberi kesempatan untuk mengunjungi hotel, resort, dan taman bermain terbesar di Sumatera Utara ini.

Saya dan teman-teman benar-benar mengapresiasi keramahan dan sambutan dari Mikie Holiday. Mr.Desmond Rozario selaku General Manager dari Mikie Holiday menyapa kami dengan hangat. Rasanya senang sekali bisa terlibat percakapan hangat dengan beliau dan Pak Deliasa Zalukhu selaku Director of Sales. Memang, belakangan mereka merasa pengunjung sedikit khawatir untuk datang ke Berastagi karena debu dari erupsi Sinabung. Tapi, tenang saja. Mikie Holiday aman untuk didatangi. Jaraknya dengan Sinabung cukup jauh. Kira-kira 2 jam perjalanan.

Tim dan Mr. Desmond yang ramah dan komunikatif.
Tim dan Mr. Desmond yang ramah dan komunikatif.

Dibantu dengan seorang staff, kami diajak tour keliling Mikie Holiday Resort. Dari Pak Zalukhu, kami mengetahui bahwa Mikie Holiday memiliki lebih dari 100 kamar dimana terdapat beberapa kamar yang di design khusus seperti kamar ala Prancis, Thailand, Jepang, dan China. Masing-masing 1 unit dan interior dibuat menyerupai suasana kamar dari negara asalnya. Hayoo, kapan lagi bisa menginap di kamar ala Prancis?

Kamar ala Prancis. Berasa nginap sama vampire. :D
Kamar ala Prancis. Berasa nginap sama vampire. ūüėÄ
Rose Room.
Rose Room.
Deluxe room.
Deluxe room.

Selain itu, terdapat kolam renang bagi yang ingin berenang di cuaca dingin. Ketika saya bertanya kepada Pak Zalukhu mengapa air kolam renangnya tidak diganti dengan air hangat, beliau malah menjawab ‚ÄúAir panas kan sudah biasa, di Lau debuk-debuk juga ada. Sesekali berenang di air bersuhu normal di cuaca dingin kan biar beda.‚ÄĚ Kami dan tim pun sedikit terkekeh.

SAMSUNG CSC
Oriental room
Toiletries
Toiletries

Setelah berkeliling dan melihat interior ruangan, kami diberi kesempatan untuk bermain di Mikie Funland. Lokasinya berada tepat disebelah resort. Untuk masuk kedalam Funland, kita memerlukan satu kartu yang bisa dibeli di counter penjualan. Kartu ini merupakan akses masuk dan kita dapat menikmati seluruh wahana dengan hanya membayar sekali didepan. Keren kan? Main deh sampai kenyang dan puyeng.

Ada beberapa wahana yang baru diluncurkan beberapa bulan lalu. Yaitu Tsunami. Bagi yang doyan muter-muter dan terombang-ambing, dipersilakan mencoba wahana ini. Dan beberapa wahana lain seperti Dino vs Dino, Volcano, Jelly Swing, Bon Voyage dan masih banyak lagi. Saya sih cukup mencoba Pterosaurus, Dino Tracker, dan sedikit berbasah-basah ria dengan The Falls.

SAMSUNG CSC
Basah-basahan di The Falls.
Diuntang-anting The Wave.
Diuntang-anting The Wave.
Naik Pterosaurus dulu ya.
Naik Pterosaurus dulu ya.

Beberapa hal yang membuat saya tidak bosan ke Mikie Funland adalah mereka memiliki banyak wahana yang jika dicobai dalam suatu waktu tidak mungkin keburu. Mengapa? Satu. Saya belum siap terombang-ambing. Kedua, nyali saya tidak cukup kuat untuk wahana mencekam tadi. Overall, Mikie Holiday Resort & Funland worth to go! Saran saya, sebaiknya pergi di hari sabtu. Menginap semalam di Mikie Holiday dan hari minggunya seseruan di Mikie Funland.

So, are you still have another reason not to go to this cool place? Informasi lebih lanjut monggo mampir disini

Tim hore-hore Mikie Holiday.
Tim hore-hore Mikie Holiday.

What to do

Jika kalian berencan untuk berlibur bersama keluarga dan menginap. Datanglah pada akhir pekan. Pilih Family room yang view-nya mengarah ke kolam renang. Juga jangan lewatkan bermain di Mikie Funland. Bagi yang bernyali tinggi disarankan untuk mencoba wahana ektrimnya seperti Dino vs Dino, T-Rex atau bisa jadi Tsunami.

What to bring

Topi dan kalau perlu sunblock. Pada siang hari matahari begitu terik. Sedia juga jas hujan atau payung karena sewaktu-waktu bisa hujan dan cuaca tidak bisa ditebak.

 

Takengon, ketika kopi dan alam berbicara

Teks & Foto oleh Sarah Muksin, @sarahmuksin

Bukan hanya sekedar Serambi Mekkah, bagi saya, tempat ini merupakan teras kopi dunia. Keindahan alamnya mungkin belum setenar kopinya. Tapi ketika kau tiba disana, mungkin lain cerita.

Di awal Mei kemarin, seorang teman datang dan mengatakan bahwa akan melihat panen raya kopi Arabika yang sedang berlangsung di Takengon, Aceh tengah. Tanpa ragu saya menjawab ya dan kebetulan sudah 2 tahun rasanya tidak pernah melakukan perjalanan darat yang cukup menguras energi. Kebetulan, saya sama sekali belum pernah memijakkan kaki ke provinsi yang dijuluki Serambi Mekkah itu.

Dua hal yang saya pikirkan selama kurang lebih 12 jam perjalanan adalah Takengon itu dingin dan disana pasti banyak tanaman kopi. Biasanya sebelum bepergian ke suatu tempat, saya akan menyempatkan diri untuk mencari tahu tentang berbagai hal yang menarik dari tempat yang akan saya datangi. Tapi kali ini saya tidak mendapatkan gambaran apapun. Saya pergi dan berpikir biarlah dataran tinggi Gayo memberikan kejutannya pada saya.

Menangkap pagi di Bukit Sama.
Menangkap pagi di Bukit Sama.

Dikenal sebagai salah satu daerah penghasil biji kopi Arabika terbaik di dunia, Takengon ternyata menyimpan rahasia dibalik pohon-pohon kopi yang tumbuh subur dan melimpah. Melewati medan yang tidak mudah membuat saya hampir menyerah. Belokan, tanjakan, turunan semuanya cukup mengocok perut dan membuat kami semua mual. Dan ini berlangsung kurang lebih 1,5 jam perjalanan menuju Takengon. Tak lama, mobil yang kami tumpangi melewati jalan yang lurus. Perjalanan selama 12 jam seperti tiada akhir itu terbayarkan sudah. Matahari yang kami saksikan dari ketinggian Bukit Sama perlahan-lahan memuncak dan memperlihatkan kepada kami sesuatu yang sangat indah di bawah sana. Danau Laut Tawar. Berwarna keemasan dan bercahaya karena pantulan sinar matahari pagi. Udara dingin yang menusuk kulit pun perlahan mulai berubah menjadi hangat.

Act like a model!

Mencari penginapan di Takengon ternyata cukup rumit. Beberapa hotel atau penginapan mungkin tidak akan mengizinkan yang bukan muhrim untuk menempati kamar yang sama. Kami saja sempat bingung karena salah satu hotel menolak untuk ditempati karena tidak ada satupun dari kami yang terikat hubungan darah atau saudara. Perlu diingat bahwa mungkin Takengon tidak seketat kota-kota lainnya yang ada di Aceh, tetapi tetap saja, hukum syariah berlaku. Yang bukan muhrim, dilarang tidur satu kamar. Kami bergegas mencari penginapan lain yang memungkinkan untuk ditempati.

Segelas kopi sedang menunggu untuk diteguk. Segera, setelah selesai berberes, kami mencari sarapan dan bergegas mencari kebun kopi yang bisa disinggahi. Tujuan pertama telah ditetapkan. Kami akan berkunjung ke kebun kopi milik Pak Abdullah. Terletak di kecamatan Pegasing, Pak Abdullah adalah salah satu dari sekian banyak petani kopi di tanah gayo. Senang rasanya bisa bertemu dan berbagi banyak hal tentang kopi dengan pria paruh baya ini. Mengenal kopi sejak lahir, Pak Abdullah bercerita tentang masa kecil yang dia habiskan di kebun kopi milik keluarganya. Hingga kini, beliau mengelola kebun kopi milik keluarga dan memiliki kedai kopi yang dia beri nama Kopi Tiam Wang Feng Sen.

Pak Abdullah, pemilik Kopi Tiam Wang Feng Sen dan Kebun Kopi.
Pak Abdullah, pemilik Kopi Tiam Wang Feng Sen dan Kebun Kopi.

Hal yang paling menggembirakan dari Takengon adalah, kau tidak perlu merogoh kantong dalam-dalam hanya untuk secangkir kopi. Di kedai kopi milik Pak Abdullah ini, secangkir kopi hitam yang nikmat bisa dicicipi dengan harga yang sangat terjangkau. Selain mencicipi kopi yang harum dan nikmat, kami diajak bermain ke kebun kopi milik teman Pak Abdullah, karena kebetulan kebun kopi beliau cukup jauh sekitar 1 jam perjalanan.

Biji kopi yang siap panen. Ihiy!
Biji kopi yang siap panen. Ihiy!
Dipetik kopinya bang, dipetik~
Dipetik kopinya bang, dipetik~
Cinta dalam segenggam kopi.
Cinta dalam segenggam kopi.

Melihat kebun kopi dan proses pengolahannya membuat kami bersemangat dan menambah wawasan. Bahwa selama ini untuk menjadi segelas kopi, biji-biji kopi tersebut melalui proses yang panjang dan tidak mudah mulai dari dipetik, dijemur hingga disangrai.

Jalanan yang dipenuhi biji kopi yang sedang dijemur.
Jalanan yang dipenuhi biji kopi yang sedang dijemur.
Biji yang telah siap untuk di roasting.
Biji yang telah siap untuk di roasting.
Biji kopi yang sedang diroasting. Wanginya sampe ke ulu hati.
Biji kopi yang sedang diroasting. Wanginya sampe ke ulu hati.

Selesai dengan urusan kebun kopi, kami berkesempatan mengelilingi beberapa kedai kopi yang mulai menjamur disetiap sisi kota Takengon. Saya tidak pernah mengira bahwa kota kecil ini dipenuhi dengan kedai kopi yang rasanya nikmat dan diproses dengan baik. Bagaimana tidak, pemilik kedai kopi adalah juga pemilik kebun kopi yang tahu bagaimana mengolah kopi dan menjadikannya minuman yang nikmat. Hampir setiap rumah yang kami lewati di kota ini menyangrai biji kopinya sendiri dan aroma kopi itu menyergap masuk ke hidung kami.

Secangkir cappuccino yang dihiasi dibuat dengan sepenuh cinta.
Secangkir cappuccino yang dihiasi dibuat dengan sepenuh cinta.
Erwin, pemilik ARB Coffee Shop. Salah satu kedai kopi yang recommended. Worth to try!
Erwin, pemilik ARB Coffee Shop. Salah satu kedai kopi yang recommended. Worth to try!

Takengon bukan hanya tentang kopi. Kota ini juga menyimpan peninggalan bersejarah dan cerita budaya. Salah satunya ketika kami mengunjungi Gua Putri Pukes. Cerita yang berkembang di masyarakat setempat bahwa ada seorang putri yang berubah menjadi batu didalam gua tersebut.

Pintu masuk ke Gua Putri Pukes.
Pintu masuk ke Gua Putri Pukes.
Batu yang diduga jelmaan sang putri.
Batu yang diduga jelmaan sang putri.

Tak lupa, kami juga mengunjungi Ceruk Mandale. Lokasi tempat ditemukannya kerangka manusia yang diperkirakan berusia 8400 tahun. Lokasinya yang tidak mudah ditemukan membuat kami harus bertanya kepada warga lokal. Medannya juga cukup sulit karena termasuk jalan baru dan jarang dilalui oleh warga sekitar, sehingga masih sepi.

Salah satu dari 3 kerangka manusia purba yang berhasil digali.
Salah satu dari 3 kerangka manusia purba yang berhasil digali.
Lokasi ditemukannya kerangka manusia purba.
Lokasi ditemukannya kerangka manusia purba.

Pada tahun 2010 lalu para peneliti dan arkeolog menemukan kerangka manusia purba ini. Penelitian masih berjalan hingga sekarang.

Berkat seorang teman, kami dibawa untuk mencicipi sajian khas Aceh Tengah yang katanya hanya disajikan pada acara tertentu saja semisal pesta perkawinan. Kebetulan, ada satu resto yang menyajikan makanan ini. Namanya Asam Jing. Asam Jing sendiri mirip dengan masakan padang, Asam Padeh. Ada juga Cecah Terong Belanda. Agak aneh sebenarnya karena baru pertama kali mencicipi Terong Belanda yang tidak di jus tetapi dijadikan sambel. Ya, makannya pun harus dengan daun labu yang direbus. Rasanya? Surprisingly, enak banget.

Asam Jing Mujair dan Cecah Terong Belanda. YAM!
Asam Jing Mujair dan Cecah Terong Belanda. YAM!

Takengon membuat kami jatuh cinta dan ingin kembali lagi. Bukan hanya pada kopi, tetapi pada keindahan alam serta keramahan orang-orangnya. Omong-omong, orang Gayo itu cantik-cantik dan tampan-tampan loh.. he.. he.. he..

How to get there

Ada baiknya kalau memang merencanakan perjalanan darat, berangkatlah pada malam hari. Selain menghindari macet, perjalanan malam lebih sejuk dan tidak membuang-buang waktu. Apabila terlalu melelahkan, ada pesawat perintis yang berangkat 3 kali seminggu dari Medan.

What to do

Minum kopi. Main ke kebun kopi. Datanglah pada saat panen raya, ketika semua orang sibuk dengan biji kopinya. Oleh-oleh terbaik dari Takengon itu adalah kopinya. Kopi Gayo. Danau Lut Tawat juga tidak boleh dilewatkan. Pemandangan paling menakjubkan bisa didapatkan dari Puncak Pantan Terong, sekitar 20 menit dari kota.

Ngobrol Seru Bareng Trinity The Naked Traveler

Teks dan Foto oleh Eka Dalanta @EkaDalanta 

Traveler blogger yang sangat fenomenal ini baru saja mengeluarkan sepasang sandal jepit baru (eh buku deng maksudnya) setelah perjalanan mengelilingi 22 negara selama satu tahun penuh.

Buku ke-10 dan 11-nya ini diberi judul 1 Year Round-the-World Trip Part 1 dan 2. Isinya, pasti dong travelogue atau catatan-catatan perjalanan selama mengelilingi 22 negara bareng sahabatnya, Yasmin. Dan… dalam rangka promosi buku baru ini juga, Trinity menyempatkan diri buat ngobrol dengan pembaca buku-bukunya di beberapa kota, termasuk Medan. Sambil terus membiarkan sosok Yasmin tetap menjadi misteri. *evilgrin *jutekinmbaktrinity

kemanaaja.com setelah acara meet and greet dan book signing beruntung bisa ngobrol dan rekam video pendapat Mbak Trinity tentang kota Medan (video di postingan selanjutnya ya… :D). Ini nih hasil obrolan seru bareng Mbak Trinity di sepanjang acara yang diadakan 13 November lalu di Toko Buku Gramedia Gajah Mada, Medan.

Saat diskusi dengan pembaca TNT
Saat diskusi dengan pembaca TNT

Semua negara punya kesannya masing-masing, tapi Kuba memang luar biasa ya. Negara ini kan diembargo oleh Amerika. Mereka tidak menggunakan dan tidak bisa menggunakan produk-produk buatan Amerika. Kayak gmail, facebook, dll. Untuk email mereka pakai yahoo yang buatan Spanyol. Awalnya ya memang agak seram, satu bulan nggak bisa diakses sama yang lain. Sampai Mama almarhum waktu itu juga minta ke abang saya yang memang kerja sebagai polisi, ‚ÄúItu coba cari dulu adik kamu ada dimana sekarang‚Ķ‚ÄĚ Kuba memang menyenangkan dan cantik, tapi agak sulit. Karena dunianya terbagi dua antara orang lokal dan turis. Mata uangnya juga dua, turis hanya boleh memakai fasilitas turis. Sehingga agak susah untuk blend in atau gaul.

Orang tua saya nggak apa-apa karena memang sudah menjadi pekerjaan saya. Full time traveler, freelance writer. Lagian rencana jalannya sudah di sounding jauh-jauh hari. Dari tahun 2012 sudah dikasi tau mau jalan-jalan setahun penuh. Paling ditanya aja kayak gini, nanti kamu di sana gimana, uang gimana, ini itu gimana, saya bilang beres. Ya udah mereka nggak perlu khawatir.

Orang tua saya dan orang tua Yasmin dari kami kecil nggak pernah nakut-nakutin. Didikannya yang penting bebas bertanggung jawab. Tapi memang sebelum pergi setahun ini kami sudah siapain surat warisan, eh wasiat. Emangnya gue punya apa yang bisa diwarisin. Hahaha. Semuanya itu kami cc-in ke Ibu dan keluarga. Sampai sedetail itu. Yasmin misalnya kalau dia kenapa-napa nah dia bilang bawa aja ke Islamic Centre terdekat biar nggak ngerepotin. Jadi kita sampai siapin asuransi dan lain sebagainya deh.

Ibu saya baca semua buku-buku saya. Kuncinya sebenarnya biar orang tua nggak terlalu khawatir, kalau jalan jangan cerita yang buruk-buruk. Cerita yang baik-baik saja.

Pasti budgeting. Perjalanan setahun ini juga. Sama aja kayak jalan-jalan biasa seminggu atau dua minggu, budget itu dihitung per hari. Misalnya kayak di Peru, 30 dolar sehari. 10 dolar untuk tinggal, 15 dollar untuk makan dan sisanya ya untuk transportasi dll. Kalau udah kelebihan kita stop dan besok harus hemat lagi. Jangan lupa juga bawa debit card dan kartu kredit, kartu kredit itu penting untuk booking-booking.

Saya nggak perlu hipnotis Yasmin buat ngajak jalan setahun karena memang udah niat jalan-jalan sama. Mencari teman jalan yang pas pasti sulit, pertama, duitnya nggak sama, cutinya juga nggak sama. Yasmin itu adalah satu dari sekian banyak teman yang saling udah tau, berapa rekeningnya juga saya udah tau. Kita berangkat dari jumlah uang yang sama jadi mudah hitungannya. Untuk nemu teman yang kayak gitu butuh proses. Mulai dari zaman kuliah, kerja dan sampai jalan kayak kemarin itu. Nah dia juga pernah nanya, ‚ÄúKalau misalnya gue nggak ikut, elu jalan nggak?‚ÄĚ Saya pasti akan tetap jalan, cuma belum belum tau juga bisa sampe 22 negara atau nggak.

Biar hemat tiap hari kita masak. Kami cari hostel yang perabotnya lengkap dan bisa untuk masak. Jadi kita tinggal belanja di pasar atau super market. Yang masak pasti tetap Yasmin. Hahaha. Perjalanan ini juga bikin kami sadar kalau masakan Indonesia itu ribet banget. Kalau bule seribet-ribetnya paling sandwich atau spaggeti, itupun pake saos tomat kalengan. Kalau kita minimal harus 3 ya, ada nasi, lauk, sayur dan begitu siap masak, wuihhhh peralatannya numpuk sampe yang lain nggak bisa masak nungguin kita. Biar mudah, kami bawa bumbu instan kayak bumbu ayam goreng, sambal pecal, sambal terasi sachet. Yasmin bawa itu sekitar 20 sachet. Ada pengalaman lucu seputar sambel terasi. Terasi itu ternyata bau banget jadi harus nunggu sepi dulu baru masak. Sampe suatu hari, kejadian juga. Kirain udah sepi eh ternyata ada dua bule yang masuk. Mereka bilang gini nih, ‚ÄúIni kayaknya ada tikus mati deh,‚ÄĚ yang satu lagi bilang, ‚ÄúBukan deh ini kayaknya bau kaki.‚ÄĚ Hahaha‚Ķ

kemanaaja.com dan blogger-blogger Medan yang hadir di acara Meet and Geet bareng Trintiy
kemanaaja.com dan blogger-blogger Medan yang hadir di acara Meet and Geet bareng Trintiy

Makanan paling enak itu di Medan. Taste-nya itu dan nggak pelit bumbu. Mau yang halal nggak halal semuanya enak banget. Pokoknya kalau ke Medan bawa obat anti kolesterol gitu deh.

Pengalaman lucu di Amerika Latin, karena udah bulan ke sepuluh, kami pun mau menghemat belanja. Paling murah di sana itu jeroan, jadi kita beli paket jeroan yang 7000 udah dapat seplastik jeroan, mau bentuknya udah acak kadut ya bodo amat. Rencananya mau beli ati karena mau buat sambel goreng ati. Pas ke pasar pesannya pakai bahasa Spanyol, Corazon yang kami pikir artinya hati. Yang dikasi itu bukannya ati, bentuknya gede banget warna itam, rupanya dikasi jantung. Corazon itu jantung. Ya… karena sense of survival-nya lebih tinggi ketimbang kejijikan tetap dimakan dong…

Orang bilang bahwa perjalanan adalah menemukan diri sendiri, tapi buat aku, aku bisa bilang kalau aku nggak seromantis itu. Buatku traveling is traveling, the great affair is to move. Sepulang berjalan aku malah semakin prihatin sama Indonesia kalau dibandingan sama negara yang kita anggap kecil dan miskin. Ternyata mereka lebih maju terutama soal mental. Mereka mengantri, konsen sama lingkungan hidup, nggak buang sampah sembarangan, kalau belanja mereka nggak sediain kantongan plastic. Perjalanan ngasi kita ‚Äėmata baru‚Äô. Aku terinspirasi dari film The Motorcycle Diaries, setelah perjalanan keliling Amerika Latin, Che Guevara itu langsung bikin revolusi. Saya juga, tapi bingung mau revolusi apa di Indonesia. Hehehe‚Ķ

Kita di Indonesia itu terlalu nyaman di comfort zone yang kadang justru itu jadi ironi. Dalam kekacauan Indonesia kita justru menikmatinya. Semuanya gampang, nyebrang sembarangan, buang sampah sembarangan, mau jungkir balik ya semuanya sesuka hati.

Ngomongin cowok, cowok Italia ganteng tapi gatal. Turki itu ganteng memang tapi gampangan, kalau Brazil, ganteng, ramah, terus hangat, mereka bau testesteron. Aura maskulin dan seksualitasnya menguar. Hahaha… Cuma masalahnya di Brazil bukan cuma cowoknya, cewek-ceweknya juga cakep banget. Mau bersaing jadi nggak pede. Kalau Kuba bedanya lagi mereka benar-benar negara yang tertutup, jadi cowok-cowoknya itu nggak ada pengaruh dari Amerika. Mereka itu cowok-cowok yang orisinal, sedikit kampung, nggak tau merek, berhubung aku penggemar cowok daerah bukan Jakarta atau kota, jadi mereka itu waduhhhh… bener-benar cakepnya bikin bergetar. Cuma mereka agak tertutup, susah bergaul dengan mereka. Justru itu bikin tambah termehek-mehek. Hesteknya gemez, pakai z. Hehehe….

Oh ya aku nggak nulis guide book karena aku itu messy banget, nggak detail. Jadi sebelum memutuskan nulis aku kenali diri sendiri makanya milih jadi penulis cerita pendek tentang perjalanan.

Sesi foto bareng pembaca dan book signing
Sesi foto bareng pembaca dan book signing

Perjalanan memang bikin kita makin kenal sama teman kita. Yang jelek dari Yasmin, Yasmin itu orangnya jutek, benar-benar jutek apalagi kalau lagi PMS. Tapi marahnya ya masih masuk akal. Kadang kalau ada yang isengin, gue tinggal senggol dia aja, jadilah dia marah-marah. Juteknya dia ini dibanding semua kebaikan dan have fun jalan bareng, ketutuplah. Kalau aku, yang paling bikin sebel Yasmin itu, aku orangnya nggak bisa ngitung. Paling payah. Dia kan logis banget anaknya. Dia yang rajin nyatet semua pengeluaran kami. Tiap hitungan pengeluaran, dia pasti langsung bilang, ‚ÄúNggak bisa ngitung lagi?‚ÄĚ sambil mulai deh juteknya. Hahaha‚Ķ

Saya sering nulis di blog dan social media tentang bagaimana negara yang saya kunjungi mengelola wisata mereka. Aku justru nggak punya koneksi dengan dinas pariwisata apapun di Indonesia. Herannya lagi sampe sekarang aku nggak ada dihubungi sama dinas pariwisata apapun. Padalah aku sering diundang Tourism Board negara asing buat nulis tentang wisata mereka. Aku ngelakuin apa yang aku bisa, semoga didengar. Tapi ya kayaknya seringan dianggap resek. Tantangan paling besar sebagai penulis itu aku kalau nulis tentang Indonesia, ternyata nggak semua bisa dan sudah terbuka. Misalnya dulu aku nulis tentang Gorontalo, aku dihajar habis-habisan sama orang Gorontalo. Mereka bilang, ‚ÄúEnak aja, kantor gubernur kita dikatain warna pink kayak Disneyland.‚ÄĚ Lha bukannya bener, kok gue yang dimarahin. Begitupun di Jambi, masuk satu situs di museumnya kita dikunciin, yah mereka marah-marah, bilang itu nggak bener. Sampe sekarang aku juga nggak nulis tentang Medan, Sumatera Utara, dan Danau Toba, mungkin juga karena takut kali ya‚Ķ hehehe‚Ķ Orang batak pulak, atut aku. Hehehe‚Ķ (Hem… gimana pendapat anak Medan? *wink)

DON’T BE AFRAID TO TRAVEL ALONE

“Perjalanan adalah tentang menemukan diri sendiri. Jadi sejauh apapun kakimu melangkah, kau takkan pernah kesulitan menemukan jalan pulang.”

Teks oleh Mustika T. Yuliandri @PerempuanThicka | Foto oleh Sarah Muksin @sarahokeh

“Takut sendirian” adalah satu dari seribu alasan yang menghalangi banyak orang untuk melakukan perjalanan. Padahal, saat melakukan perjalanan, tak ada seorang pun yang benar-benar sendiri. Setiap pejalan adalah teman untuk pejalan yang lainnya. Kesulitan mendadak jadi sahabat, tersesat menjadi teman baik dan kejutan-kejutan menjelma teman main yang tak kalah asik. Beberapa orang memang tak nyaman melakukan¬†traveling¬†sendirian, padahal¬†traveling¬†sendirian itu menjadi salah satu hal yang harus dicoba¬†at least¬†sekali seumur hidup. Saat sendirian di sebuah tempat asing dirimu akan diuji. Diuji untuk lebih percaya kepada diri sendiri, diuji lebih peka terhadap insting, diuji menyingkirkan segudang rasa malu dan diuji untuk mau melakukan apa saja demi bertahan. Kawan, pergilah ke tempat jauh sendirian, niscaya kau akan mencintai dirimu lebih dalam saat kelak kau pulang.

_MG_3616 2

Why do you need to travel alone?

1. Because you belong everywhere. Belahan dunia manapun adalah milikmu. Tak ada tempat yang benar-benar asing saat kau melakukan perjalanan. Rasa takut yang membuat segalanya tampak seram. Namun setelah kaujelajahi dan eksplorasi kau akan menjadikan semua destinasi rumah yang menebar nyaman.

2. To make friend with anybody. Saat melakukan perjalanan sendirian kesempatan bertemu dan berteman dengan orang lain terbuka lebar. Apalagi kau memilih penginapan dormitory yang sudah jelas membuka kesempatan interaksi yang luas. Pasang senyum semanis mungkin dan berkenalan dengan para pejalan dari belahan dunia lain. Bagi pengalaman dan jalin pertemanan dengan siapa saja. Saat perjalananmu usai tak hanya tempat-tempat indah yang membuatmu tersenyum, kelak orang-orang yang kautemui juga akan menjadi kenangan yang tak kalah manis.

3. To be¬†thankful. Saat sendirian akan¬†banyak waktu yang kaupakai untuk merenung. Akan banyak kepingan-kepingan pemikiran yang akan ‘mengganggumu’ saat kau sendirian dan mungkin akan menjadikanmu orang yang lebih bersyukur. Terkadang, seseorang harus benar-benar sendiri untuk menyadari betapa indahnya kebersamaan. Perjalanan yang kaulakukan sendirian akan membawamu ke dalam perenungan. Indahnya pemandangan, tulusnya senyum dari mereka yang asing, makanan-makanan enak pemuas lapar, musik meriah, pasar yang riuh serta apa saja yang kaunikmati akan memberimu satu kesimpulan bahwa perjalanan memang tentang bersyukur.

How to survive?

1. Jangan takut. Jangan pikirkan hal-hal seram yang akan kauhadapi. Waspada boleh, tapi jangan parno. Percayalah akan ada orang baik dimanapun kau berada. Meskipun orang jahat tak kalah sedikit jumlahnya. Singkirkan rasa takut dan percaya bahwa kau mampu berteman dengan semesta.

2. Bawalah barang-barang kesukaanmu. Buku favorit atau benda-benda yang selalu membuatmu nyaman. Buku adalah teman paling baik di saat menunggu. Dalam perjalanan kamu akan mengalami saat-saat menunggu yang banyak dan tentunya tak terduga. Seperti pesawat yang delay, bus yang mungkin mogok atau berbagai hal menyebalkan lainnya. So, bring your favorite one with you.

3.¬†Music.¬†Isi¬†iPod¬†dengan lagu-lagu favorit pengusir jemu. Saat sekitar mulai membosankan isi duniamu sendiri dengan nada-nada pilihan. Tapi ingat, sesekali bolehlah tidak mendengarkan lagu kesukaan dan coba untuk lebih mendengar ‘nyanyian semesta’ yang mungkin hanya sekali kau nikmati seumur hidup. Suara riuh pasar malam, suara kendaraan yang lalu-lalang, suara burung-burung di pagi hari atau suara apa saja yang kebetulan mampir di sekitar.

4. Smile. Tersenyumlah, maka segala masalah akan menjelma lebih mudah. Semua manusia mengerti arti sebuah senyuman meski bahasa mereka berbeda. Jadi jangan lupa tersenyum, terutama di kantor imigrasi. You know what I mean.

5. Write down everything. Tulis apa¬†saja yang menurutmu menarik. Jangan malas, karena dengan hanya mengingat di kepala segala detail perjalanan kemungkinan besar akan terlupa. Siapkan buku catatan dan mulailah mengumpulkan pengalaman dalam ‘kotak ajaib’ bernama kata-kata.

6.  Percayalah pada dirimu 100%. Tak ada yang bisa kaupercaya 100% di dunia ini selain Tuhan dan dirimu sendiri. Jangan percaya segala kebaikan yang bisa saja semu di perjalanan. Ada banyak kejahatan yang mengintai para turis, khususnya mereka yang traveling sendirian. So, trust yourself only!

NOTE: Yang sendirian itu dirimu, bukan perjalanan. Ada semesta dan kebaikan yang selalu mengiringi langkahmu yang berani.¬†So, don’t be afraid to travel alone.