Telusuri Jejak-Jejak Sejarah Kota Solo di 5 Destinasi Wisata Ini

Semua wilayah di Indonesia memiliki cerita sejarahnya masing-masing. Bandung dengan sebutan Kota Lautan Api, Semarang yang terkenal dengan Pertempuran 5 Hari, atau Surabaya yang tersohor dengan julukan Kota Pahlawan. Tidak hanya cerita masa perjuangan, Indonesia juga tak luput dari kisah kerajaan Hindu-Budha dan jaman manusia purba.

Begitu pula dengan Solo, salah satu wilayah dengan adat dan budaya keraton yang kental selain Yogyakarta. Kota ini mampu membuat para pengunjung seperti kembali pada masa kejayaan raja-raja terdahulu. Selain terkenal dengan bangunan keraton kesultanannya, ternyata kota ini juga memiliki setumpuk destinasi wisata sejarah yang tak banyak terekspos. Tak heran jika mulai banyak dibangun hotel terbaik di Solo sebagai akomodasi para pengunjung. Lalu, di mana saja jejak-jejak sejarah Kota Solo ini?

  1. Candi Sukuh
Candi Sukuh (sumber foto triptrus.com)

Destinasi pertama yang bisa Anda datangi adalah Candi Sukuh, salah satu bangunan peninggalan kerajaan Hindu. Candi ini berlokasi di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Sama halnya dengan candi Hindu lainnya, banyak ditemukan lingga dan yoni pada candi ini.

Candi Sukuh ditemukan pada masa pemerintahan Inggris oleh Johnson. Kala itu, Sir Thomas Stanford Raffles memberikan tugas kepada Johnson untuk mencari data. Salah satu daya tarik tersendiri dari Candi Sukuh adalah bentuknya yang unik dan ukiran-ukiran yang menggambarkan alat kelamin manusia pada dindingnya. Letak candi ini tidak jauh dari pusat kota sehingga Anda bisa mencari penginapan terbaik di Solo yang dekat dengan destinasi ini dengan mudah.

  1. Taman Sriwedari
Taman Sriwedari (sumber foto; indonesiakaya.com)

Taman Sriwedari merupakan tempat untuk menggelar berbagai pertunjukan seni, budaya, dan hiburan di Solo. Taman ini berlokasi di Jl. Brigjend Slamet Riyadi No. 275, Laweyan, Solo. Dahulu, taman yang dibangun sejak tahun 1877 silam ini disebut sebagai Kebon Rojo atau Taman Raja. Kabarnya, taman ini sering digunakan sebagai tempat para raja beristirahat sembari menyaksikan berbagai pertunjukan seni.

Di area taman bagian dalam, terdapat Rumah Joglo yang biasanya digunakan untuk latihan menari atau melangsungkan kegiatan lomba. Ada pula panggung yang dinaungi oleh pohon beringin. Di bagian kanan dan kiri panggung terdapat sebuah meriam. Selain itu, ada pula Gedung Wayang Orang yang khusus menampilkan pertunjukan Wayang Orang pada waktu-waktu tertentu.

  1. Benteng Vastenburg
Benteng Vastenbur (sumber foto: tribunnews.com)

Kota Solo juga tak luput dari cerita perjuangan rakyat Indonesia ketika melawan tentara Belanda. Hal ini dibuktikan dengan adanya benteng peninggalan Belanda bernama Vastenburg, atau yang lebih dikenal dengan Fort Vastenburg. Benteng ini berlokasi di Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Kota Solo.

Dahulu, benteng yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Baron van Imhoff pada tahun 1745 ini digunakan Belanda untuk mengawasi segala aktivitas keraton. Selain sebagai tembok pertahanan, benteng ini juga digunakan sebagai tempat tinggal gubernur Belanda dan asrama perwira. Lokasi benteng berdekatan dengan Balai Kota sehingga ada banyak hotel terbaik di Solo yang bisa Anda pilih jika ingin menginap di sekitar benteng. 

  1. Candi Ceto
Candi Ceto (sumber foto: tribunnews.com)

Selain Candi Sukuh, candi lain yang ada di Solo adalah Candi Ceto. Candi ini berlokasi di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, cukup dekat dengan Candi Sukuh. Candi ini juga merupakan candi bercorak Hindu yang dibangun pada abad ke-15 Masehi, tepatnya di akhir masa Kerajaan Majapahit. Candi Ceto pertama kali ditemukan oleh Van de Villes.

Hingga kini, Candi Ceto masih digunakan sebagai tempat ziarah dan pemujaan oleh masyarakat setempat, terutama untuk pemeluk agama Hindu. Jika dilihat sekilas, memang Candi Ceto memiliki struktur bangunan yang mirip dengan Pura.

  1. Museum Pers Nasional
Museum Pers Nasional (sumber foto: wikiwand.com)

Terakhir, ada Museum Pers Nasional yang berlokasi di Jl. Gajah Mada No. 59, Solo. Museum ini menyimpan lebih dari satu juta catatan dalam bentuk buku, dokumen, dan majalah seputar perjalanan pers Indonesia sejak masa penjajahan Belanda hingga kemerdekaan, tepatnya mulai tahun 1913 hingga 1929.

Selain buku dan catatan, Anda juga bisa melihat berbagai koleksi peralatan pers jaman dahulu, mulai dari mesin tik, kumpulan foto, kentungan, radio, jenis kamera yang digunakan, hingga seragam yang dikenakan dari masa ke masa. Sebelum menjadi museum, bangunan yang dirancang oleh Mas Abu Kasan Atmodirono atas perintah Pangeran Surakarta dan Mangkunegaran VII ini berfungsi sebagai ruang pertemuan dengan nama Societeit Sasana Soeka.

Itulah tempat-tempat wisata Solo yang sayang jika dilewatkan. Pesan tiket dan hotelmu sekarang juga yuk!

 

Eat, Shop, and Looking Around at Belawan

Teks oleh Eka Dalanta @ekadalanta

Foto oleh Bambang Herlambang @Shacio

*artikel ini pernah dimuat di Aplaus The Lifestyle

Ajaibnya, banyak warga Medan yang memang sengaja berbelanja di sini.

 

Menikmati laut
Menikmati laut

KOTA pelabuhan, dekat dengan laut. Jadi sebenarnya wajar sekali kalau denyut perdagangan terasa lebih kencang di kota satu ini. Kirim-mengirim barang-barang berbagai daerah tentu banyak yang melalui jalur salah satu pelabuhan terbesar di bagian barat Indonesia ini.

Sebenarnya udah sejak lama saya mendengar tentang keasyikan berbelanja dan menikmati seafood di Belawan. Tapi baru kali ini saya benar-benar membuktikan dan menikmatinya secara khusus. Tentang kulinernya, saya udah pernah. Tapi waktu itu hanya dalam rangka singgah karena lapar yang memang melanda.

Buat pencinta keramik, pasar yang berada di tengah kota Belawan ini, berada di antara Jl. Veteran dan Jl. Simalungun, pasar ini adalah surga. Surganya keramik dengan harga yang tentu sangat jauh, maksud saya lebih murah, ketimbang berbelanja di pusat perbelanjaan lainnya. Bahkan untuk sekadar melihat-lihat pun cukup menyenangkan. Seperti yang kami lakukan. Berkeliling melihat-lihat aneka bentuk keramik dengan berbagai motif yang indah. Rupa-rupa warnanya. Tentu juga dalam berbagi ukuran.

Pasar keramik, salah satu yang terkenal dari Belawan
Pasar keramik, salah satu yang terkenal dari Belawan

Sembari melihat-lihat kami bercerita dengan bapak ibu pedagang tentang keramik-keramik mereka yang sangat indah. Harganya bervariasi tergantung jenis keramik dan ukurannya. Semakin besar dan semakin rumit harganya semakin mahal. Seperti keramik besar berwarna cokelat kekuningan yang kami tanyakan, harganya berkisar 5-7 juta rupiah. Yang lebih mahal, masih ada. Ada juga kok yang harganya dimulai dari puluhan ribu rupiah.

Keramik-keramik ini adalah barang impor dari berbagai negara. Terutama dari Singapura dan China. Nah… karena Belawan adalah salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia, distribusi barang-barang ini tentu lebih cepat dan mudah. Belawan adalah pintu masuk.

Tapi masak iya cuma mau lihat-lihat keramik? Selain keramik sebagai unsur dekoratif rumah, masih ada bunga-bungaan kristal yang dijual dalam berbagai warna dan bentuk. Indah memang, tapi buat saya pribadi, bunga dari kristal terlalu rapuh. Saya takut melihatnya pecah. He-he-he…

Selain melihat-lihat aneka rupa keramik di pasar yang usianya udah lebih dari 20 tahun ini, kami (ya, saya nggak sendiri, ada satu rombongan teman-teman, sekitar 10 orang yang ikut wisata makan dan belanja waktu itu) juga sibuk melihat-lihat aneka parfum yang dipajang di etalase toko. “Kalau yang original biasanya disimpan di dalam lemari, kalau yang ka-we biasanya diletak di display-nya,” kata seorang teman yang udah mendapatkan informasi penting ini dari seorang temannya yang adalah penduduk lokal.

Penting untuk mengetahuinya kalau memang kamu benar-benar berniat belanja. “Untuk yang ka-we paling mahal harganya Rp 60 ribu. Biasanya ditawarin Rp 60 ribu tapi minta aja ke Rp 40 ribu. Harga pasarannya seperti itu,” tambahnya lagi. Oke sip, kami mendapatkan informasi penting.

Setelah mengelilingi pasar, kami paham kalau produk parfum yang original memang disimpan di dalam lemari dengan harga mulai dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan. Meskipun pada akhirnya kami juga nggak membeli parfum sama sekali. He-he-he…

Buat yang suka melihat-lihat dan berbelanja produk fashion, beberapa toko menjual aneka sepatu, aneka tas, yang untuk mengetahui keaslian produknya, kamu harus benar-benar mahir. Kalau saya sih nggak paham benar dan sepenuhnya yakin kalau sebagian besar produknya adalah produk ka-we. *senyum simpul*

Belawan Port
Belawan Port

Puas melihat-lihat keramik, kami berjalan mengitari Belawan bagian lain. Masuk ke pelabuhan dan menikmati view yang ada disana, bolehlah untuk melihat-lihat. Setelah itu kami ‘menonton’ keseharian penduduk lokal. Pusat hiburan rakyat, terutama untuk anak-anak, yang mulai menggeliat di malam hari. Aneka permainan anak-anak berjejer di sepanjang jalan, mirip dengan pasar malam, tapi khusus arena bermain anak-anak.

Flea Market di atas rel kereta api
Flea Market di atas rel kereta api

Seorang teman pernah bercerita flea market di sana, alias pasar baju bekas cukup menarik dikunjungi. Mengobati penasaran, kami juga berjalan berkeliling. Menarik memang, meskipun nggak terawat dengan baik, layaknya pasar tradisional kebanyakan. Flea market-nya ada di pinggiran rel kereta api. Itu yang membuat menarik. Walaupun jujur, barang-barang yang dijual biasa aja. Unik memang saat kereta api lewat, yang sumpahhhhhh bikin telinga mau pekak, para pedagang dengan gesit mundur ke pinggiran, menurunkan tenda dan kayu-kayu penyangganya, meninggalkan barang dagangan di antara dua rel kereta api barang yang masih aktif. Mengamati keseharian seperti ini membuat kita melihat, belajar banyak, dan kaya di dalam hati.

Restoran Marina, salah satu resto untuk menikmati seafood sambil melihat pemandangan laut
Restoran Marina, salah satu resto untuk menikmati seafood sambil melihat pemandangan laut

Sore udah turun, waktunya menikmati wisata kuliner. Ikan-ikan laut dan aneka penganan kelautan lainnya harus dijajal. Kalau mau makan seafood enak, Belawan adalah salah satu tujuan yang nggak boleh kamu lewatkan. “Ada tuh di dekat Lantamal, Marina Restoran. Tempat makan seafood paling yahud di Belawan.” Beberapa teman udah kasih wanti-wanti ke saya. Dan… jadilah kami ke sana setelah pencarian yang cukup panjang, mutar-mutar karena kami belum familiar dengan tempatnya, penyampaian informasi dari orang-orang sekitar yang kurang jelas, ditambah lokasi restorannya sendiri yang nggak mencolok. Apalagi papan petunjuk namanya sangat kecil, nyempil kayak upil. Hi-hi-hi… Beda banget sama tempatnya yang luas. Luas secara tempat dan luas untuk mata memandang.

Silahkan memilih jenis menu yang akan Anda santap
Silahkan memilih jenis menu yang akan Anda santap

Berada di pinggiran laut dengan pemandangan langsung menuju laut, asyik menyegarkan mata ditiup-tiup asin udara laut yang lengket ke kulit. Di tempat ini kamu bisa memilih sendiri ikan yang kamu mau makan dari dalam bak dan akuarium display ikan.

Kami memilih ikan kerapu steam sebagai makanan terenak kami malam itu. Ditemani aneka ikan, udang-udangan, dan… minuman segar pelepas gerahnya Belawan.

Masih banyak bangunan tua nan cantik di Belawan
Masih banyak bangunan tua nan cantik di Belawan

Puas berkeliling, melihat-lihat di pasar, dan mengamankan perut dengan nikmatnya seafood, saya pulang dengan puas sekaligus bahagia. Saya bukan anak Medan yang nggak kemana-mana, bahkan melirik ‘halaman sebelah’ aja nggak pernah. Kan agak malu juga anak Medan tapi nggak tau kota-kota lainnya di seputaran Medan?

Di dalam pelabuhan
Di dalam pelabuhan

Bisa kok meligst-lihat aktivitas di Pelabuhan
Bisa kok melihat-lihat aktivitas di Pelabuhan

How to get there:

Untuk mencapainya tentu nggak susah karena dekat dengan kota Medan. Butuh perjalanan sekitar 45 menit. Perjalanan akan lebih lancar melalui jalan tol.

What to do:

Shopping, eating, dan sekadar melihat-lihat. Ada banyak pilihan keramik, parfum original dan KW serta aneka produk fashion yang dijual di Belawan.

Best Time to Go:

Sediakan waktu yang cukup untuk bisa menikmati memilih. Pasar Belawan biasa ramai di hari Sabtu dan Minggu.

RUBIAH, SURGA DIVING DUNIA

Teks dan foto oleh @andigultom

If you love diving, make sure Pulau Rubiah is on your destinations list!

Pulau Rubiah dari dermaga Iboih Inn.
Pulau Rubiah dari dermaga Iboih Inn.

Terletak di ujung pulau Sumatra Indonesia. Salah satu pulau terluar Indonesia yang berhadapan langsung dengan samudra Hindia. Pulau Rubiah tempat tinggal para penghuni laut, kepiting, anemon laut, clown fish, gurita, cumi-cumi, lion fish, rainbow fish, dan terumbu karang yang alami. Ibarat akuarium alami pulau ini memang layak diberikan lima bintang untuk biota lautnya. Itulah alasan mengapa para diver dari seluruh penjuru dunia menjadikannya salah satu  destinasi selam dan wisata bawah air. Dan… saya mengaminkannya, saya menyaksikan sendiri betapa tempat ini memanglah  sebuah ‘surga’.

Berfoto sejenak untuk oleh-oleh pulang.
Berfoto sejenak untuk oleh-oleh pulang.

Perjalanan kami dimulai. Saya, dan teman traveling saya, Eka Dalanta berangkat dari Medan untuk menikmati pesona Serambi Mekah, Nangroe Aceh Darussalam. Tujuan kami tentunya Sabang. Dibutuhkan sekitar 12 jam untuk mendapatkan Banda Aceh melalui jalan darat dari Medan. Sebuah perjalanan terkantuk-kantuk dan menghabiskan semalaman di dalam bus. Tapi perjalanan itu akan selalu menyenangkan jika dinikmati.

Anda ingin ke Pulau Rubiah? Maka anda harus melewati Banda Aceh terlebih dahulu. Sebenarnya banyak akses untuk menuju tempat ini. Salah satunya jalur darat, ada juga jalur udara dengan penerbangan Medan-Sabang atau Medan-Banda Aceh. Dari Banda Aceh menuju Pulau Rubiah anda harus menumpang salah satu ferry dari pelabuhan Ulee Lheue. Ada ferry penumpang dan ada ferry kendaraan, waktu tempuhnya kira-kira 45 menit naik ferry penumpang dan sekitar 2 jam naik ferry kendaraan. Dari Ulee Lheue Banda Aceh anda akan diantarkan langsung ke pelabuhan Balohan, Sabang.

Sepeda motor adalah kendaraan lazim yang digunakan wisatawan apabila berkunjung ke Sabang. Kami pun melakukan hal yang sama. Mengendarai sepeda motor yang kami sewa di pusat kota Sabang, seharga Rp. 150 ribu perhari (tidak termasuk bahan bakar) kami bergerak menuju Iboih. Untuk mendapatkan Pulau Rubiah anda terlebih dahulu harus menuju desa Iboih, karena dari daerah iniah akses utama menuju Rubiah. Kira-kira setengah jam perjalanan dari pusat kota Sabang. Perjalanan menuju Iboih adalah perjalanan menikmati pemandangan hijau sepanjang kiri kanan jalan dan udara segar yang bikin paru-paru sesak bahagia.

Lihat!! Di depan itu adalah pulau Rubiah.
Pulau Rubiah: View dari Iboih Inn

Kami menginap di salah satu resort yang ada di Iboih, namanya Iboih Inn. Salah satu tempat terbaik menikmati pemandangan laut. Berhadapan langsung dengan samudra dan dihadapkan langsung oleh Pulau Rubiah. Disarankan melakukan kegiatan diving di pagi hari karena air laut masih dalam kondisi jernih dan panas matahari belum terlalu terik pada jam-jam ini.

Kenapa harus ke desa Iboih? Karena jarak terdekat menuju Pulau Rubiah adalah melalui tempat ini. Hanya sekitar sepuluh menit naik boat mesin Anda sudah berada di Pulau Rubiah. Pulau Rubiah merupakan pulau terdekat yang ada si sekitar Pulau Weh Nangroe Aceh Darussalam. Pulau kecil dengan berjuta biota lautnya.

Aneka ikan cantik di pulau Rubiah.
Aneka ikan cantik di pulau Rubiah.

Pagi itu kami merencanakan menuju Pulau Rubiah. Menaiki boat mesin, dengan tarif ongkos 15 ribu/orang. Di Rubiah anda akan disambut oleh seorang guide yang dengan setia akan menemani menunjukkan spot-spot terindah bawah laut  Rubiah. Dan petualangan kami pun dimulai. Anwar, guide lokal yang sudah terbiasa dengan kehidupan air, bisa dikatakan hari-harinya lebih banyak dihabiskan di bawah laut ketika banyak pengunjung menyambut kami dengan gaya khas Acehnya.

10009752_10203310071371379_1292270006_n
Bermain dengan ikan

Langsung saja, kami tidak butuh waktu lama untuk menuju salah satu spot penyelaman. Dan luar biasa, pemandangan bawah laut terpapar tanpa celah di hadapan kami. Awalnya memang sedikit gamang karena merupakan pengalaman pertama. Dan… for your information, menyelam di dalam air dan melihat ke dasar laut yang dalam, bagi pemilik fobia ketinggian, rasanya sama dengan menatap ke bawah dari ketinggian sekian meter. Sama mendebarkannya. Tapi, seperti kata Anwar, yang terpenting adalah jangan panik. Itulah langkah pertama yang saya lakukan.

Bertandang ke rumah Nemo (Clown fish)
Bertandang ke rumah Nemo (Clown fish)

Rubiah, pulau kecil ini, pulau pemilik air jernih, biota laut langka, dan pemanja mata yang tiada jemu. Itulah yang kami dapatkan ketika memulai penyelaman. Secara khusus bagi saya yang belum memiliki pengalaman menyelam sangat takjub dengan apa yang saya lihat. Biasanya Lion Fish, Clown Fish (Nemo), Anemon Laut, Barracuda, rainbow fish  yang hanya bisa dinikmati dari layar televisi kini ada di hadapan saya tanpa jarak, mau menyentuh, mau foto Anda bisa melakukannya!! It’s an unforgettable experience. Tapi tetap hati-hati dengan ikan-ikan dan karang beracun. Jangan sembarangan. Taatlah kepada pemandu Anda, karena bisa saja yang terlihat indah tersebut menyengat dan membahayakan tangan.

Lion fish. Termasuk ikan yang sangat jarang ditemui.
Lion fish. Termasuk ikan yang sangat jarang ditemui.

Nah, selain keindahan pantai-pantainya yang bisa dieksplorasi di sekeliling pulau, kami juga berkeliling pulau, melihat peninggalan dari sebuah karantina haji pada masa lalu. Pulau kecil ini punya sekelumit cerita penting. (kemanaaja.com/ag)

Nemo si ikan badut
Nemo si ikan badut

How to get there

  • Untuk menuju Pulau Rubiah anda harus melalui Banda Aceh-Sabang-Desa Iboh-Pulau Rubiah
  • Dari Medan kira-kira 12 jam perjalanan darat ke Banda Aceh.
  • Dari Banda Aceh menaiki ferry  menuju Sabang. Kapal cepat sekitar 45 menit dan kapal besar sekitar 2 jam dan dari Sabang naik sepeda motor ke Iboih sekitar 30 menit.
Boxer shrimp (udang petinju) siapa berani?
Boxer shrimp (udang petinju) siapa berani?

What to wear/bring

  • Karena Pulau Rubiah adalah daerah tropis, dan cenderung  panas, disarankan membawa lotion sunblock agar kulit tidak terbakar.
  • Untuk mengabadikan momen penyelaman anda, baiknya membawa kamera underwater, kalaupun tidak punya bisa disewa di tempat Anda menginap (150ribu/4jam)
  • Demi menjaga barang-barang berharga anda dari air disarankan membawa dry pack atau dry bag. Karena rentan terkena air.
Anemone laut. rumahnya para Clowl fish (Nemo)
Anemone laut. rumahnya para Clowl fish (Nemo)

Need to try

  • Pulau Rubiah terkenal dengan sate guritanya. Tidak ada salahnya bagi Anda yang sudah berada di tempat ini untuk mencoba salah satu kuliner khas dari pulau ini.

When to go

  • Bagi Anda yang menyukai fotografi dan ingin mendapatkan hasil foto terbaik waktu yang tepat untuk berkunjung adalah antara bulan 6 sampai bulan 8 tiap tahunnya karena cuaca sangat cerah pada bulan-bulan ini.