Apa Kata Mereka Tentang Medan?

Teks oleh Eka Dalanta @EkaDalanta

Foto oleh Andi Gultom @andigultom

Medan itu ramah, nggak kasar kayak yang dibilang orang-orang!

Sabtu, 08 November lalu, kemanaja diundang oleh The City Hall Club untuk menghadiri event mereka, “Fundrising For Kids With Cancer, Evening Gala Jazz & Fine Arts.” Acara yang disertai dengan makan malam bersama ini diadakan di Gedung The City Hall Club, di Jalan Balai Kota No. 1 Medan.

Acaranya benar-benar santai karena ada pertunjukan musik jazz yang musiknya bikin acara itu nyaman banget. Erucakra dari Waspada E Music adalah musisi jazz yang performa malam itu. Nah, karena acara ini tujuannya untuk penggalangan dana buat anak-anak yang berpenyakit kanker, ada juga pameran foto dari Asosiasi Fotografer Sumatera Utara (AFSU) dan pameran busana dari dua desainer pakaian tradisi, Torang Sitorus dan Erdan. Semua hasil pameran dan donasi dari kegiatan ini akan disalurkan untuk anak-anak berpenyakit kanker melalui Yayasan Onkologi Anak Medan (YOAM).

Pameran busana bagian dari charity.
Pameran busana bagian dari charity.

Tamu dan undangan yang hadir ada dari berbagai lembaga, komunitas, dan instansi. Kemanaaja menanyakan pendapat beberapa tamu dan undangan acara ini tentang kota Medan. Apa pendapat mereka? Check this out!

Justing Heng

Justing Heng, General Manager The City Hall Club
Justing Heng, General Manager The City Hall Club

Saya sudah dua tahun mengenal Medan dan saya sangat menikmati makanannya yang luar biasa dan teman-teman yang ramah dan menyenangkan. Medan punya street food yang luar biasa, kamu bisa makan sate, kamu bisa makan lontong, dan sangat banyak outdoor activity yang bisa dilakukan di Medan. Kamu bisa ke Bukit Lawang yang tak terlalu jauh dari Medan, melihat Orang Utan. Kamu bisa ke Danau Toba dan melihat pulaunya yang cantik, bisa berenang juga di danaunya. Hehehe

Actually, saya sangat enjoy Medan. Kalau saya perlu aktivitas, perlu kegiatan outdoor, saya hanya perlu short drive. Kalau sedang tidak bisa keluar kota, saya juga menikmati kotanya. Lagipula orang-orangnya sangat ramah ya. Saya ke Sun Plaza, Centre Point, saya ketemu dengan orang, say hi, melakukan percakapan, saya bahagia dengan itu. Beda sekali dengan negara asal saya, Singapore itu sangat kota besar, saya bilang Singapore itu adalah hutan belantara, tapi jungle without tree. Hehehe. Di negara asal saya banyak yang harus dilakukan dengan waktu yang tergesa-gesa.

Dameria Hutabarat

Dameria Hutabarat, malam itu tampil cantik dengan gaun hitam.
Dameria Hutabarat, malam itu tampil cantik dengan gaun hitam.

Paling rekomendasi buat tamu yang datang ke kota Medan itu adalah heritage-nya. Juga kalau datang ke sebuah kota, termasuk Medan, cek event-event yang ada di Medan. Karena itu orang Medan juga harus kreatif bikin event. Plus diperlukan satu media yang bisa menginfokan keseluruhan event tersebut.

Yang paling disukai dari Medan? Convenient! Kemana-mana cuma 15 menit, makanannya enak, hidupnya itu lebih santai, kalau di kota lain dalam sehari cuma bisa bikin janji cuma di satu atau dua tempat, nah di Medan bisa lebih dari 3.

Erucakra

Erucakra, musisi jazz yang mengisi acara
Erucakra, musisi jazz yang mengisi acara

Event di Medan? Medan itu kan sudah kota internasional. Artinya akses ke luar negeri itu udah cepat. Harusnya event-event yang dibuat juga bisa menarik para wisatawan. Apalagi Singapura dan Malaysia sangat dekat dengan kita. Undang mereka untuk datang. Medan juga harus buat event yang original, buatan sendiri. Nggak usah ngikut-ngikut Jakarata. Kita serba dekat dengan negara lain, jadi kita lebih potensial. Gampang kok Medan ini disorot sama musisi internasional. Yang penting bagaimana idenya.

Yang paling menarik di Medan, kulinernya. Ada teman saya dari luar kota yang tau banget kuliner nasi padang paling enak di Medan. Lebih tahu dari saya. He-he-he… Ternyata orang dari luar sangat menikmati dan mencari. Tapi kita juga harus melihat lebih jeli mana yang mau kita jual jadi produk pariwisata. Baju-baju kain tenun tradisi misalnya. Itu kan asset pariwisata. Saya baca juga Labuhan dan Belawan itu adalah aset kota tua. Ini kan sangat luar biasa. PR yang harus kita kerjakan.

Rizanul Arifin

Bang Rizanul Arifin, Ketua Yayasan Onkologi Anak Medan (YOAM)
Bang Rizanul Arifin, Ketua Yayasan Onkologi Anak Medan (YOAM)

Kalau ada teman yang datang ke Medan, yang paling saya rekomendasi adalah Makan. Setelah itu, makan lagi. Ha-ha-ha… Di Medan apa aja enak. Mereka bolehlah ke Tanah Karo, ke Sinabung bagus kalau sedang tidak erupsi, terus ke Merek ada pemandangan bagus, Tongging, dan lebih cepat sampe ke Danau Toba. Ada beberapa tempat luar biasa untuk rafting, Sungai Buaya, Sei Bah Bolon, Sei Binge atau yang lainnya. Semuanya aman untuk mengajak keluarga. Kalau mau pulau ada Pulau Berhala misalnya.

Tinggal di kota Medan, sekarang kurang nyaman karena jalanan yang macet. Turis akan susah dengan cara kita berkendara, sebenarnya ini memalukan. Lampu merah dihajar, lampu hijau orang hati-hati. Sudah terbalik. Harus diubahlah kebiasaan ini, kalau nggak nanti jadi rubah.

Paling disukai, saya bisa berangkat kerja siang, jaraknya semuanya dekat. Cuma akses hiburan keluarga dalam kota tak ada, dulu ada Taman Ria sekarang nggak ada apa-apa. Mall itu tidak mendidik dan buat turis juga tidak terlalu menarik. Aku kepengen di Medan ada kayak taman ria dan taman yang nyaman untuk keluarga.

dr. Daniel Irawan

dr. Daniel Irawan, dokter yang juga pencinta film dan penikmat musik jazz.
dr. Daniel Irawan, dokter yang juga pencinta film dan penikmat musik jazz.

Medan itu untuk pariwisata banyak kuliner yang bisa dicoba. Untuk sight seeing, ada Danau Toba. Medan juga akses yang mudah untuk ke Sabang, Aceh. Yang paling harus dicoba adalah duriannya karena durian Medan itu beda. Heritage-nya juga, masih banyak bangunan heritage. Kayak Penang ini bisa jadi keunggulan kota Medan.

Tinggal di Medan, saya suka dengan orang-orangnya yang ramah, kalau ada yang bilang orang Medan itu kasar, kayak yang selama ini kita dengar di luaran, itu nggak benar. Tapi kalau lalu lintasnya masih bermasalah. Turis biasanya ngeluh soal ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *